ETNOGRAFI.ID–Mengenalkan demografis wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada anak wajib dikenalkan dari sejak dini. Membangun kognifitas pengetahuan anak untuk mengenal bangsanya perlu dilakukan melalui pendidikan kontruksivisme berbagai strategi pembelajaran.
Satgas Pamtas Yonif Raider 323/BP Kostrad di perbatasan RI-PNG melaksanakan program menjadi tenaga pengajar (Guru) di SD dan SMP.
Selain melaksanakan tugas pokok menjaga dan mengamankan perbatasan antara RI – PNG, prajurit Satgas 323 Kostrad Pos Kout Letda Chk Rizki bersama 3 orang personel melaksanakan Gadik pengenalan wilayah NKRI dengan Media Peta Kepada Pelajar SD Inpres, Kampung Bupul 1 Distrik Elikobel Kabupaten Merauke.
“Kami melaksanakan program ini dalam rangka menumbuhkan rasa cinta Tanah Air yang ditanamkan sejak usia dini,” terangnya, Rabu (06/06).
Pemberian pendidikan anak di wilayah perbatasan yang belum layak, serta masih kurangnya tenaga pengajar di sebagian sekolah di daerah perbatasan menjadi kendala yang harus ditangani bersama.
Materi pelajaran yang diberikan pada kelas ini diantaranya seperti Pendidikan Jasmani, Pengetahuan Bela Negara, Matematika, PPKN, Bahasa Indonesia, dan lain-lain.
Letda Chk Rizki mengatakan bahwa selain melaksanakan tugas pokok pengamanan perbatasan juga mampu menjadi tenaga pendidik untuk mengajar di daerah-daerah terpencil yang terbatas akan akses pendidikan demikian tegasnya.
Sementara Charlotah Kambanu guru SD Inpres menambahkan bahwa kegiatan mengajar tersebut dilaksanakan secara rutin setiap minggunya sesuai dengan jadwal yang diberikan dari pihak sekolah.
“Harapannya dengan kehadiran dan kontribusi pasukan kostrad, kedepannya bisa meningkatkan pengetahuan dan semangat anak-anak di perbatasan untuk menimba ilmu serta mengikuti kegiatan belajar dengan baik”. (*)












