{"id":1257,"date":"2018-06-05T14:17:45","date_gmt":"2018-06-05T07:17:45","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1257"},"modified":"2018-06-05T14:44:51","modified_gmt":"2018-06-05T07:44:51","slug":"merawat-nilai-kesadaran-warga-perbatasan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/06\/05\/merawat-nilai-kesadaran-warga-perbatasan-indonesia\/","title":{"rendered":"Merawat Nilai Kesadaran Warga Perbatasan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>ETNOGRAFI.ID\u2014<\/strong>Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif Raider 323\/BP Kostrad mewujudkan karya bakti dengan masyarakat sekitar wilayah Kampung Muting Distrik Ulilin Kabupaten Merauke Papua, selasa(05\/06\/2018).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Belasan anggota Pos Simpang PNG dibawah pimpinan Letda Inf Protasius bersama warga Muting sejak pagi hari berkecamuk dengan semak belukar yang merambat di pinggir jalan lingkungan Kampung Muting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Karya bakti ini menurut Letnan Protasius merupakan upaya Satgas untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Ia juga menambahkan, masyarakat Indonesia telah dikenal dengan jiwa kebersamaan dan gotong royong yang kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cSehingga semangat ini yang kami bawa untuk menggerakan masyarakat untuk mau peduli terhadap lingkungannya&#8221;, ujar perwira lulusan Akmil 2015 ini.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_1259\" aria-describedby=\"caption-attachment-1259\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1259 size-large\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/06\/WhatsApp-Image-2018-06-05-at-13.59.31-1024x768.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/06\/WhatsApp-Image-2018-06-05-at-13.59.31-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/06\/WhatsApp-Image-2018-06-05-at-13.59.31-300x225.jpeg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/06\/WhatsApp-Image-2018-06-05-at-13.59.31-768x576.jpeg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/06\/WhatsApp-Image-2018-06-05-at-13.59.31.jpeg 1040w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1259\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"font-size: 12pt;\">Warga dan TNI Bergotong Royong Menjaga Lingkungan di Perbatasan Indonesia<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni di seluruh belahan dunia untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya kebutuhan untuk mengambil tindakan positif bagi perlindungan bumi ini. Diselenggarakannya Konferensi PBB tentang lingkungan hidup pada awal Juni tahun 1972 di Stockholm, Swedia merupakan titik awal diperingatinya Hari Lingkungan Hidup ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Letda Inf Protasius menambahkan, memperingati hari lingkungan hidup sedunia bisa dikerjakan dengan hal sederhana yang sekarang dilakukan, menurut dia tidak harus terlalu ambisius menyerukan tentang pemanasan global. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">&#8220;Menciptakan lingkungan yang asri juga merupakan bentuk nyata kepedulian kita terhadap lingkungan hidup kita sendiri&#8221; imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Ketua RT 01 Kampung Muting, Sukatimin, menyatakan, warganya akan sangat mudah digerakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan. Hal ini terbukti dari hadirnya sebagian besar warganya dalam kegiatan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">&#8220;Yang harus peduli terhadap kondisi lingkungan adalah kita sendiri, agar lingkungan menjadi bersih dan indah dipandang mata&#8221; ujar pria yang akrab dipanggil Pak Sukat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Kegiatan karya bakti ini juga dihadiri oleh segenap instansi yang ada di wilayah Muting seperti Babinsa Koramil Ulilin, anggota Polsek Ulilin, dan beberapa perangkat Kampung Muting. Kehadiran seluruh elemen pemerintahan dan aparat keamanan juga menunjukan sinergitas yang baik sesama instansi. <strong>(*)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ETNOGRAFI.ID\u2014Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif Raider 323\/BP Kostrad mewujudkan karya bakti dengan masyarakat sekitar wilayah Kampung Muting Distrik Ulilin Kabupaten Merauke Papua, selasa(05\/06\/2018). Belasan anggota Pos Simpang PNG dibawah pimpinan Letda Inf Protasius bersama warga Muting sejak pagi hari berkecamuk dengan semak belukar yang merambat di pinggir jalan lingkungan Kampung Muting. Karya bakti ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1258,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[90,48],"tags":[167,168,169],"class_list":["post-1257","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","category-humaniora","tag-hari-lingkungan-hidup-sedunia","tag-satgas-pengaman-perbatasan","tag-yonif-raider-323-bp-kostrad"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1257","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1257"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1257\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1257"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1257"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1257"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}