{"id":1291,"date":"2018-06-08T06:12:39","date_gmt":"2018-06-07T23:12:39","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1291"},"modified":"2018-06-08T06:17:23","modified_gmt":"2018-06-07T23:17:23","slug":"kerajaan-merdeka-di-tanah-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/06\/08\/kerajaan-merdeka-di-tanah-jawa\/","title":{"rendered":"Kerajaan Merdeka di Tanah Jawa"},"content":{"rendered":"<p style=\"background: white; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><strong>ETNOGRAFI.ID\u2014<\/strong>Sunda dikenal sebagai wilayah yang makmur dan sejahtera. Bahkan Sunda pun menjadi wilayah yang sukar untuk ditaklukan oleh kerajaan Majapahit. Padahal Sunda merupakan salah satu kerajaan yang tidak mengakui kebesaran Majapahit, seperti yang telah dilakukan oleh negera lainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Memiliki peralatan dan alutistas perang yang luar biasa, secara umum Majapahit mudah untuk menaklukan Sunda, hanya dengan perintah Patih Gajah Mada saja, Majapahit bisa meleburkan Sunda dengan kekuatan penuhnya. <\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Usut punya usut, Sunda merupakan wilayah yang sudah merdeka. Dalam\u00a0<i style=\"box-sizing: border-box;\">Gajah Mada: Biografi Politik<\/i>, arkeolog Agus Aris Munandar berpendapat, bagi Majapahit, Kerajaan Sunda punya posisi yang unik. Tak mudah bagi mereka menaklukannya sebagaimana terhadap Bali atau Lombok.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cTak terbayang apabila armada dan tentara Majapahit harus menyerang Kerajaan Sunda,\u201d kata Agus.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Pada masa itu Sunda merupakan wilayah yang harus dihormati. Tak layak ditaklukkan secara militer. Pemikiran itu mungkin disandarkan kepada pernyataan dalam Prasasti Raja Sri Jayabhupati dari abad 11 M. Prasasti berbahasa Jawa Kuno ini ada di wilayah Sukabumi.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Di dalamnya disebutkan gelar yang mirip dengan Airlangga, yaitu Jayabhupati<i style=\"box-sizing: border-box;\">\u00a0haji\u00a0ri Sunda\u00a0<\/i>(Raja Sunda). <\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cJadi sebenarnya raja-raja Sunda keturunan Jayabhupati sejatinya masih bekerabat dengan para penguasa di Jawa Timur dalam masa yang kemudian,\u201d jelas Agus.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Wilayah Jawa bagian barat tempat berkembangnya Kerajaan Sunda itu juga merupakan wilayah peradaban tua. Kerajaan yang bercorak kebudayaan India pertama kali muncul di Jawa bagian barat, yaitu Tarumanegara.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Wilayah barat Majapahit itu dulunya juga ada di bawah kekuasaan Sanjaya. Raja pertama Mataram Kuno ini, berdasarkan prasastinya, merupakan yang pertama menyebarkan agama Hindu Trimurti. Agama ini terus dikenal hingga masa Majapahit.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cSanjaya dapat dipandang sebagai penyeru agama Hindu-Saiva di Jawa, karena itu bekas daerah kekuasaannya tetap harus dihormati,\u201d lanjut Agus.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Gajah Mada juga segan ketika mengingat wilayah Sunda sebagai wilayah yang aman dan stabil. Bahkan, ketika wilayah Timur terus menerus dilanda kerusuhan dan peperangan sejak masa Airlangga, Janggala-Panjalu, Kadiri, Singhasari, hingga masa Tribhuwanattunggadewi.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Penduduk wilayah Kerajaan Sunda tampak tidak ditakutkan dengan berbagai peperangan. Karenanya Gajah Mada khawatir jika pihaknya begitu saja menyerang Sunda dalam perang terbuka, mereka bakal kalah.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Secara politik hubungan antara Sunda dan Majapahit baik-baik saja. Hanya saja para penguasa Sunda tidak pernah mau tunduk di bawah Majapahit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Peluang itu akhirnya datang, ketika putri raja Sunda, Dyah Pitaloka akan menikah dengan Hayam Wuruk, raja Majapahit. Sumber\u00a0<i style=\"box-sizing: border-box;\">Pararaton<\/i>,\u00a0<i style=\"box-sizing: border-box;\">Kidung Sunda, Kidung Sundayana,<\/i>\u00a0dan\u00a0<i style=\"box-sizing: border-box;\">Carita Parahyangan\u00a0<\/i>mencatat keberangkatan raja Sunda beserta rombongannya ke Majapahit untuk mengantar sang putri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Inilah kesempatan Gajah Mada untuk menuntaskan sumpahnya. Dia membuat strategi politik dengan menafsirkan kedatangan orang nomor satu Kerajaan Sunda itu sebagai pernyataan tunduk. Dia meminta sang putri sebagai persembahan dari Sunda ke Majapahit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">\u201cDalam hal rencana pernikahan Hayam Wuruk dengan Putri Sunda sepenuhnya masalah asmara dan hubungan antara lelaki dan perempuan. Jadi, sebenarnya jauh dari muatan politik,\u201d kata\u00a0Agus.<\/span><\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\">Rombongan Kerajaan Sunda tentu saja menolak tunduk. Pernikahan pun\u00a0gagal dan terjadilah Peristiwa Bubat. Kendati demikian, Kerajaan Sunda tetap tak berhasil ditaklukkan. Bahkan, kerajaan itu baru binasa 60 tahun setelah Majapahit runtuh pada 1519.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"background: white; box-sizing: border-box; font-variant-ligatures: normal; font-variant-caps: normal; orphans: 2; text-align: start; widows: 2; -webkit-text-stroke-width: 0px; text-decoration-style: initial; text-decoration-color: initial; word-spacing: 0px; margin: 0cm 0cm 7.2pt 0cm;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif; font-size: 12pt;\"><em>Sumber: <strong>Historia.id<\/strong><\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ETNOGRAFI.ID\u2014Sunda dikenal sebagai wilayah yang makmur dan sejahtera. Bahkan Sunda pun menjadi wilayah yang sukar untuk ditaklukan oleh kerajaan Majapahit. Padahal Sunda merupakan salah satu kerajaan yang tidak mengakui kebesaran Majapahit, seperti yang telah dilakukan oleh negera lainya. Memiliki peralatan dan alutistas perang yang luar biasa, secara umum Majapahit mudah untuk menaklukan Sunda, hanya dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1292,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[188,187,143],"class_list":["post-1291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sejarah","tag-kerajaan-majapahit","tag-kerajaan-sunda","tag-sejarah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1291"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1291\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}