{"id":1384,"date":"2018-06-22T05:42:39","date_gmt":"2018-06-21T22:42:39","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1384"},"modified":"2018-06-22T05:45:07","modified_gmt":"2018-06-21T22:45:07","slug":"kecelakaan-maut-terjadi-di-ciamis-4-orang-meninggal-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/06\/22\/kecelakaan-maut-terjadi-di-ciamis-4-orang-meninggal-dunia\/","title":{"rendered":"Kecelakaan Maut Terjadi di Ciamis, 4 Orang Meninggal Dunia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\"><strong>Breaking News, ETNOGRAFI.ID<\/strong>\u2014Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Nasional, Banjar-Pangandaran, Dusun Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Kecelakaan maut yang terjadi pada Kamis (21\/06) pukul 20.00 WIB tersebut mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia ditempat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Menurut beberapa saksi di tempat kejadian perkara, kejadian tersebut bermula saat kendaraan Bus Budiman jurusan Pangandaran-Cikampek melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Pangandaran menuju Banjar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Saat melaju dengan kencang, Bus Budiman tersebut berusaha menghindari tabrakan dengan pemotor yang datang dari arah berlawanan dengan mencoba membanting setir ke arah kiri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Namun usaha tersebut justru menimbulkan bencana. Bus malah hantam pemotor yang sedang berhenti di pinggir jalan yang diketahui mereka merupakan satu keluarga yang sedang melakukan perjalanan mudik. Tabrakan pun tak terhindarkan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">Panit Lantas Polsek Banjasari, Polres Ciamis, Polda Jabar, Aiptu Tobi\u2019in saat ditemui awak media, mengungkapkan bahwa korban kecelakaan maut merupakan warga Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Ciamis. Mereka Hamim (40), Yuyun (35), Riski (12) dan Aska (6).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;\">\u201cMobil menghindari kendaraan bermotor dari arah berlawanan. Sempat menyerempet tapi, sopir berusaha membanting setir ke kiri. Karena diduga bus tidak terkendali kerena malaju dengan kencang, akhirnya menabrak pengendara motor yang berada sebelah kiri,\u201d jelasnya. <strong>(*)<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Breaking News, ETNOGRAFI.ID\u2014Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Nasional, Banjar-Pangandaran, Dusun Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kecelakaan maut yang terjadi pada Kamis (21\/06) pukul 20.00 WIB tersebut mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia ditempat. Menurut beberapa saksi di tempat kejadian perkara, kejadian tersebut bermula saat kendaraan Bus Budiman jurusan Pangandaran-Cikampek melaju dengan kecepatan tinggi dari arah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1385,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[90],"tags":[204],"class_list":["post-1384","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","tag-laka-lantas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1384\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}