{"id":1528,"date":"2018-07-08T22:15:35","date_gmt":"2018-07-08T15:15:35","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1528"},"modified":"2018-07-08T22:15:35","modified_gmt":"2018-07-08T15:15:35","slug":"sinopsis-pendek-film-sunarsih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/07\/08\/sinopsis-pendek-film-sunarsih\/","title":{"rendered":"Sinopsis Pendek Film &#8220;Sunarsih&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Sinopsis film, ETNOGRAFI.ID:\u00a0<\/strong><\/span><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Darsum (50Th), seorang petani yang mempunyai kebiasaan ngadu Bagong, berkelahi, berjudi, mabuk, dan hobi Menari Ronggeng. Darsum tak pernah kapok meski pernah meringkuk di sel tahanan, serta tak menggubris peringatan pihak pemerintahan Desa karena kelakuannya itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Sinopsis<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Tahun 1979 di daerah Tatar Galuh Ciamis. Darsum (50Th), seorang petani yang mempunyai kebiasaan ngadu Bagong, berkelahi, berjudi, mabuk, dan hobi Menari Ronggeng. Darsum tak pernah kapok meski pernah meringkuk di sel tahanan, serta tak menggubris peringatan pihak pemerintahan Desa karena kelakuannya itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Sebagai bapak rumah tangga, Darsum cenderung tidak peduli keadaan anaknya yang bernama Sunarsih (15) yang ingin melanjutkan sekolah ke tinggkat SMA, dan terjangkit sakit Asma. Darsum tak peduli dengan istrinya yang setia dan sabar mendampingi hidupnya dalam berumah tangga yang mencari nafkah sendiri untuk membiayai kebutuhan rumah tangga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Darsum sangat kalap ketika ingin berjudi tak peduli apa pun, dari mulai mencuri uang tabungan istrinya, pandai berbohong, dan menghutang. Kelakuan Darsum itu pun berimbas terutama pada Sunarsih. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Meskipun Sunarsih menjadi siswi terpintar di sekolahnya bahkan beberapa kompetisi Ilmu Pengetahuan Sosial pelajar SMP tinggkat Jawa Barat menjadi juara. Sunarsih tak bisa berkutik, keinginan kuatnya untuk melanjutkan ke tingkat SMA dan bercita-cita menjadi sarjana Hukum akhirnya kandas. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Dengan alasan ekonomi yang tidak mencukupi, ditambah keadaan sosial masyarakat pada tahun 1979 di daerah pedesaan jauh dari kota belum mencapai taraf mapan dalam persoalan ekonomi, Sunarsih dipaksa menelan pahit tradisi yang ada, mengikuti pola tradisi harus menikah di usia dini. Sunarsih dijodohkan oleh keadaan juga keinginan Ayahnya (Darsum) setelah tamat SMP. \u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Penyesalan Darsum datang ketika kejadian menimpa anaknya yaitu Sunarsih. Sunarsih meninggal akibat penyakit Asma saat malam pengantin. Sunarsih hanya meninggalkan bekas dalam pesan surat untuk Darsum. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Darsum terpahat dalam kesedihan yang baru kali itu dirasakannya. Sunarsih seolah menjadi tumbal untuk menyadarkan kelakuannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Perempuan dari belahan bumi Parahyangan saat itu, sisi lain perempuan menjadi symbol tertinggi dalam kebudayaan Sunda <em>(Dalam ayat sistem Sunda: Kudu Munjung Ka Indung, Kudu Muja Ka Bapa)<\/em>, sisi lain hak-hak perempuan tidak dihargai. Sunarsih merupakan bukti nyata suara-suara perempaun dari belahan bumi Parahyangan yang tak mendapat tempat layak dalam kehidupan sosial \u00a0pada saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Judul Film<\/strong>\u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : \u201cSunarsih\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Produksi\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>: Layar Merah, Warna Pictures, dan Ringkang Pamayang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Producer\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>: Eman<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Sutradara\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>: <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/redaksi\/\">Yoyo Sutarya<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Skenario\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>: Sangita Rahmayanti. Fatmawati. Yoyo Sutarya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Latar<\/strong> \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : 1979<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Genre<\/strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Drama keluarga<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>Pesan<\/strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 : Pendidikan<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"\/\/www.youtube.com\/embed\/XvoD6CS72bQ?t=49s\" width=\"560\" height=\"314\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><strong>(Redaksi ETNOGRAFI.ID)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sinopsis film, ETNOGRAFI.ID:\u00a0Darsum (50Th), seorang petani yang mempunyai kebiasaan ngadu Bagong, berkelahi, berjudi, mabuk, dan hobi Menari Ronggeng. Darsum tak pernah kapok meski pernah meringkuk di sel tahanan, serta tak menggubris peringatan pihak pemerintahan Desa karena kelakuannya itu. Sinopsis Tahun 1979 di daerah Tatar Galuh Ciamis. Darsum (50Th), seorang petani yang mempunyai kebiasaan ngadu Bagong, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1529,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[120],"tags":[220],"class_list":["post-1528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pendidikan","tag-sunarsih"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1528"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1528\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}