{"id":1545,"date":"2018-07-12T09:59:24","date_gmt":"2018-07-12T02:59:24","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1545"},"modified":"2018-07-12T09:59:24","modified_gmt":"2018-07-12T02:59:24","slug":"ini-tanggapan-pemerintah-soal-raperda-apbd-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/07\/12\/ini-tanggapan-pemerintah-soal-raperda-apbd-2017\/","title":{"rendered":"Ini Tanggapan Pemerintah Soal Raperda APBD 2017"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>BANJAR, ETNOGRAFI.ID\u2014<\/strong>Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjar, Ade Setiana menyangkal bila nota pengantar Raperda ABPD 2017 terlambat diajukan. Dengan alasan bahwa terkendala hari libur, sehingga nota pengatar pun baru masuk ke Sekretaris Dewan pada tanggal 2 Juli 2018.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cItu tidak terlambat, hanya saja terkedala hari libur. Karena kita menyelesaikan nota pengantar pada tanggal 30 Juni dan itu adalah hari Sabtu. Maka kami mengajukan pada hari Senin tanggal 02 Juli. Dan Provinsi pun setelah saya cek sama pada tanggal 02 Juli,\u201d ucap dia, Rabu (11\/07).<\/span><\/p>\n<p>Baca Berita Terkait:\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/07\/10\/wacana-oposisi-pasca-pilkada-menguat\/\">Wacana Oposisi Pasca Pilkada di Banjar Menguat<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Ade Setiana tidak bisa memaksakan apabila legislatif mengundur pelaksanaan rapat paripurna yang seharusnya digelar Senin (09\/07) lalu. Karena tidak kuorum maka di jadwal ulang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cMenurut\u00a0 Ketua DPRD pun katanya rapat paripurna akan dijadwalkan ulang. Ya, kami mengikuti mekanisme peraturan yang berlaku,\u201d imbuh dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Saat ditanya bagaimana bila tidak dilaksanakan, Ade Setiana berharap bisa tetap di musyawarahkan. Mengingat pembangunan harus tetap berjalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cNota pengantar itu hasil dari audit BPK, maka kami menunggu di jadwalkan ulang,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Sementara Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih enggan berkomentar banyak saat ditanya gagalnya paripurna lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cTanyakan saja pada dewan, dan itu tidak terlambar,\u201d tutur dia saat menaiki kendaraan dinasnya dengan tergesa-gesa. <strong>(*)<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJAR, ETNOGRAFI.ID\u2014Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjar, Ade Setiana menyangkal bila nota pengantar Raperda ABPD 2017 terlambat diajukan. Dengan alasan bahwa terkendala hari libur, sehingga nota pengatar pun baru masuk ke Sekretaris Dewan pada tanggal 2 Juli 2018. \u201cItu tidak terlambat, hanya saja terkedala hari libur. Karena kita menyelesaikan nota pengantar pada tanggal 30 Juni dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1786,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[90],"tags":[180],"class_list":["post-1545","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","tag-kota-banjar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1545","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1545"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1545\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1545"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1545"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}