{"id":1850,"date":"2018-07-25T11:41:03","date_gmt":"2018-07-25T04:41:03","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1850"},"modified":"2018-07-25T12:21:03","modified_gmt":"2018-07-25T05:21:03","slug":"pemajuan-budaya-investasi-membangun-peradaban-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/07\/25\/pemajuan-budaya-investasi-membangun-peradaban-masa-depan\/","title":{"rendered":"Pemajuan Budaya Investasi Membangun Peradaban Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>BANDUNG, ETNOGRAFI.ID\u2014<\/strong>Budayawan, Akademisi dan Peneliti berembug bersama membahas kondisi budaya di Jawa Barat. Mereka melakukan diskusi untuk mencari serta merumuskan juga menyusun pokok-pokok pikirannya untuk dijadikan sebuah program jangka panjang. Misinya yakni menyelamatkan peradaban manusia di masa yang akan datang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Ketua Dewan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (DKJB) Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA, mengatakan bahwa Negara memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia menjadikan Kebudayaan sebagai investasi untuk membangun masa depan dan peradaban bangsa. Hal tersebut demi terwujudnya tujuan nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cBahwa keberagaman Kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia di tengah dinamika perkembangan dunia,\u201d kata dia saat memberikan materi penyusunan Program Strategis Kebudayaan untuk RPJMD Pemprov Jabar, 2019-2023 di Unpad Training Center (UTC), Selasa (25\/07). \u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_1852\" aria-describedby=\"caption-attachment-1852\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-1852\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/07\/IMG_1113-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/07\/IMG_1113-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/07\/IMG_1113-300x200.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/07\/IMG_1113-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1852\" class=\"wp-caption-text\">Ketua DKJB Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA, (rompi hitam) sedang berdiskusi dengan para penggiat budaya di Jabar (do. DKJB)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Rektor Universitas Padjadjaran periode 2007\u20132015 tersebut menambahkan hasil interaksi dengan waktu dan lingkungannya, setiap generasi bisa menciptakan budayanya sendiri. Daya hidup kebudayaan akan ditentukan oleh masyarakat pendukungnya. Apabila suatu bentuk kebudayaan dianggap tidak diperlukan lagi, kebudayaan tidak akan dipelihara atau bahkan ditinggalkan sama sekali.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Berdasarkan UU No. 05\/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan bila diuraikan ada empat poin implementasi dari peraturan perundang-undangan tersebut, yakni adanya Perlindungan Budaya seperti, Inventarisasi, Pengamanan, Pemeliharaan, Penylamatan, Publikasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Selian itu pengembangan budaya, adanya upaya menghidupkan ekosistem Kebudayaan serta meningkatkan, memperkaya, dan menyebarluaskan Kebudayaan. Serta adanya pemanfaatan dari nilai budaya bahwa dapat dimanfaatkan upaya pendayagunaan objek pemajuan Kebudayaan untuk menguatkan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam mewujudkan tujuan nasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cTerutama adanya pembinaan kebudayaan, dengan memberdayaan Sumber Daya Manusia Kebudayaan, lembaga Kebudayaan, dan pranata kebudayaan untuk mencapai meningkatkan dan memperluas peran aktif dan inisiatif masyarakat,\u201d ucapnya. <strong>(red).<\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNG, ETNOGRAFI.ID\u2014Budayawan, Akademisi dan Peneliti berembug bersama membahas kondisi budaya di Jawa Barat. Mereka melakukan diskusi untuk mencari serta merumuskan juga menyusun pokok-pokok pikirannya untuk dijadikan sebuah program jangka panjang. Misinya yakni menyelamatkan peradaban manusia di masa yang akan datang.\u00a0 Ketua Dewan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat (DKJB) Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA, mengatakan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1851,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[90,22],"tags":[249,247,248],"class_list":["post-1850","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","category-budaya","tag-dea","tag-dkjb","tag-prof-dr-ir-ganjar-kurnia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1850"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1850\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}