{"id":1853,"date":"2018-07-25T13:13:25","date_gmt":"2018-07-25T06:13:25","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1853"},"modified":"2018-07-25T13:13:25","modified_gmt":"2018-07-25T06:13:25","slug":"kelapa-pangandaran-tembus-komuditas-ekspor-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/07\/25\/kelapa-pangandaran-tembus-komuditas-ekspor-dunia\/","title":{"rendered":"Kelapa Pangandaran Tembus Komuditas Ekspor Dunia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>PANGANDARAN, ETNOGRAFI.ID&#8211;<\/strong>Dalam upaya meningkatkan peran agar harga kelapa mempunyai nilai harga yang tinggi dipetani kabupaten Pangandaran,PT. Mega Sakti terus melakukan upaya dalam memperjuangkan harga kelapa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cAda cara yang paling rasional dalam membantu petani kelapa dalam meningkatkan perekonomianya yakni dengan cara mempromosikan kualitas kelapa Pangandaran kepada buyer luar negeri,\u201d ungkap Owner PT.Mega Sakti, Hj. Hesti Mulyati,S.Pd, Rabu 25\/7\/2018.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Hesti mengungkapkan bahwa kelapa Pangandaran dari aspek kualitas sudah sangat bagus, akan tetapi harganya masih murah. Maka perlu adanya cara bersama bagaimana harga kelapa mampu memiliki harga yang sangat menjanjikan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Dengan melakukan promosi dengan target buyer luar negeri bisa membeli dengan harga yang tinggi sesuai dengan harapan para petani kabupaten Pangandaran, maka mampu bersaing dengan kelapa dari\u00a0luar Pangandaran untuk ekspor kebeberapa negara.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-1854\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/07\/IMG-20180724-WA0102-768x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/07\/IMG-20180724-WA0102-768x1024.jpg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/07\/IMG-20180724-WA0102-225x300.jpg 225w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/07\/IMG-20180724-WA0102.jpg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cKelapa Pangandaran bisa menjadi komoditas ekspor ke Canada, Pakistan, Malaysia, Dubai, Thailand dan Myanmar, bahkan kita pun bisa menembus market ekspor untuk London,\u201d imbuh dia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Apabila kelapa Pangandaran diakui oleh negara di dunia tentu akan berdampak baik. Hesti membuktikan bagaimana kelapa Pangandaran memiliki kualitas baik,\u00a0 ketika pengirimanekspor \u00a0ke Pakistan dengan perjalanan dari Pangandaran sampai negara tujuan Canada dan Pakistan yang memakan waktu perjalalanan sampai 30 hari. Padahal dalam container <em>dry<\/em> yang suhunya sangat panas dalam container tetap aman dan terjaga kualitasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cIni terbukti bahwa kelapa Pangandaran mampu bertahan kualitasnya tetap bagus hingga sampai negara tujuan,\u201d imbuhnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">PT. Mega Sakti\u00a0terus berupaya untuk mempertahankan harga beli kelapa dari petani supaya harga bisa diatas Rp 1.400\/butirnya. Kendati akhir ini adanya isu harga kelapa dibawah Rp. 600.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Menurut dia, selain menjual butiran, PT. Mega Sakti bisa menjual dengan jenis olahan menjadi <em>white copra <\/em>atau <em>disicated coconut<\/em> untuk diekspor. Harga <em>white copra<\/em> dan <em>disicated coconut<\/em> bisa di ekspor dengan harga tinggi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cDengan upaya tersebut, dijamin bisa menaikan harga kelapa dipetani. Ditambah dengan promosi yang sudah kami lakukan, <em>job ekspor<\/em> pesanan kelapa kita untuk kebeberapa negara terus mengalami peningkatan pesanan. Misalnya saja,perbulan kita dari perusahaan mendapatkan job atau pesanan order sebanyak 10-15 container atau 270-420ton\/bulannya,\u201d tutur Hesti.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Kini PT. Mega Sakti mendapat order sampai 50 container\/perbulan. Apalagi kelapa Pangandaran bisa bertahan hingga 60-90 hari, sedangkan kelapa dari daerah lain hanya bisa bertahan sampai 40 hari, maka tak heran kalau kabupaten Pangandaran bukan hanya terkenal dengan pariwisatanya tetapi juga\u00a0 bisa terkenal dengan penghasil kelapa terbesar dan terbaik kwalitasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cSaya ucapkan terimakasih banyak kepada Bupati Pangandaran DPRD kabupaten Pangandaran yang telah berupaya untuk menstabilkan harga petani kelapa,\u201d pungkasnya. <strong>(A. Supriyatman)<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PANGANDARAN, ETNOGRAFI.ID&#8211;Dalam upaya meningkatkan peran agar harga kelapa mempunyai nilai harga yang tinggi dipetani kabupaten Pangandaran,PT. Mega Sakti terus melakukan upaya dalam memperjuangkan harga kelapa. \u201cAda cara yang paling rasional dalam membantu petani kelapa dalam meningkatkan perekonomianya yakni dengan cara mempromosikan kualitas kelapa Pangandaran kepada buyer luar negeri,\u201d ungkap Owner PT.Mega Sakti, Hj. Hesti Mulyati,S.Pd, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1855,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[251,250],"class_list":["post-1853","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-humaniora","tag-kabupaten-pangandaran","tag-kelapa-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1853"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1853\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}