{"id":1880,"date":"2018-08-07T09:57:05","date_gmt":"2018-08-07T02:57:05","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1880"},"modified":"2018-08-07T09:57:05","modified_gmt":"2018-08-07T02:57:05","slug":"haru-di-rumah-tahanan-polres-banjar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/08\/07\/haru-di-rumah-tahanan-polres-banjar\/","title":{"rendered":"Haru Di Rumah Tahanan Polres Banjar"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\"><strong>BANJAR, ETNOGRAFI.ID&#8211;<\/strong>Hanya\u00a0 bisa menunduk penuh penyesalan ketika tahanan Polres Banjar dibina mental serta rohaninya (Binrothal) dibalik jeruji besi beralaskan tembok saja. Penyesalan itu\u00a0 terlihat di raut wajah yang kusut serta kosong menandakan mereka terus mengingat seluruh perbuatan yang\u00a0 telah dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Sesekali, tahanan ini meneteskan air mata saat tahanan dituntun untuk bertaubat. Suasana haru pun menyelimuti ruangan yang memuat 14 orang tahanan, siang itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Binrohtal diawali dengan membaca Ummul Kitab yaitu Surat Al-fatihah, serta membaca Istigfar dan dilanjut dengan Tausyiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Kanit Bintibmas, Polres Banjar, Bripka Yadi Heratriyadi S.Sos dalam tausyiahnya mengajak kepada semua tahanan agar perbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT, bertobat untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi dan berusaha menjalani kehidupan yang lebih baik di masyarakat kelak, jika sudah selesai menjadi masa hukumannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cSesuatu yang jelek akan berubah menjadi baik jika kita mau untuk berusaha berubah,\u201d ungkap Bripka Yadi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">Sementara itu, Kapolres Kota Banjar, AKBP. Matrius, S.I.K., MH., menyampaikan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebagian sarana untuk pembinaan rohani dan mental untuk para tahanan agar selama masa penahanan di rumah tahanan Polres Kota Banjar, dapat memenuhi dengan kegiatan yang positif bebas bisa kembali di tengah-tengah masyarakat dan tidak mengulangi lagi perbuatan kriminal yang pernah dilakukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: verdana, geneva, sans-serif;\">\u201cSelain itu juga untuk menguatkan mental para tahanan selama masa penahanan dan membuat agar lebih banyak waktu dalam menjalankan ibadah,\u201d kata dia.\u00a0 <strong>(Andi Maulana)<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJAR, ETNOGRAFI.ID&#8211;Hanya\u00a0 bisa menunduk penuh penyesalan ketika tahanan Polres Banjar dibina mental serta rohaninya (Binrothal) dibalik jeruji besi beralaskan tembok saja. Penyesalan itu\u00a0 terlihat di raut wajah yang kusut serta kosong menandakan mereka terus mengingat seluruh perbuatan yang\u00a0 telah dilakukan. Sesekali, tahanan ini meneteskan air mata saat tahanan dituntun untuk bertaubat. Suasana haru pun menyelimuti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1881,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[90],"tags":[136],"class_list":["post-1880","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","tag-polres-banjar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1880","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1880"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1880\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1880"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1880"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1880"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}