{"id":1968,"date":"2018-09-04T11:54:04","date_gmt":"2018-09-04T04:54:04","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1968"},"modified":"2018-09-04T11:54:04","modified_gmt":"2018-09-04T04:54:04","slug":"pakaian-adat-papua-barat-menarik-warga-majalengka-jabar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/09\/04\/pakaian-adat-papua-barat-menarik-warga-majalengka-jabar\/","title":{"rendered":"Pakaian Adat Papua Barat Menarik Warga Majalengka Jabar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>MAJALENGKA, ETNOGRAFI.ID&#8211;<\/strong>Menumbuhkan kesadaran budaya bangsa tentu tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di lembaga pendidikan formal. Melainkan bisa dilakukan dalam berbagai macam metode yang bersifat konstruktif dan konservatif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Seperti halnya yang dilakukan di daerah Dusun Sinduastra, Desa Pinangraja, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Daerah ini memanfaatkan momentum kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 sebagai wahana pengenalan budaya Nusantara yaitu mengenalkan pakaian adat Papua.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_1969\" aria-describedby=\"caption-attachment-1969\" style=\"width: 720px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1969 size-full\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/09\/IMG_20180904_115153.jpg\" alt=\"\" width=\"720\" height=\"543\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/09\/IMG_20180904_115153.jpg 720w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/09\/IMG_20180904_115153-300x226.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1969\" class=\"wp-caption-text\">Partisipan Karnaval, Hena Gian Hermawan Bersama Dengan Pemeran Pakaian Papua (foto: Hena Gian Hermawan)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Partisipan Karnaval Hena Gian Hermana mengatakan bahwa upaya ini memiliki misi besar yaitu mengenalkan budaya Indonesia sebagai jati diri bangsa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Kami mengenalkan adat Papua Barat. Sengaja kami kenalkan karena tujuan akhirnya kami yakni bahwa Papua adalah bagian dari Indonesia. Apalagi saat ini pemerintah sedang memberikan perhatian khusus untuk Papua. Inilah yang harus kita bangun rasa persaudaraan persatuan dan kesatuan,&#8221; ungkap dia, Selasa (04\/09\/2018).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Mengenalkan kilas etnografl masyarakat Papua dalam ajang festival desa yang mereka anggap sudah jarang ditampilkan pada acara festival masyarakat umumnya. Kehadiran pakaian adat Papua ini berhasil menarik perhatian.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Karena unik juga berbeda tentu ini sangat menarik. Penerimaan dari masyarakat pun sangat hangat dan sangat antusias melihat pertunjukan pakai adat Papua. Pakaian ini pun mendapat dukungan yang sangat baik dari\u00a0@enjoykeras dan @prungg.co.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Saya berharap semua dapat melakukan hal yang sama. Karena kita Indonesia memiliki banyak potensi kedaerahan yang harus kita gali sebagai alat pemersatu bangsa menjaga kerukunan umat manusia,&#8221; pungkasnya.<strong> (*)<\/strong>.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAJALENGKA, ETNOGRAFI.ID&#8211;Menumbuhkan kesadaran budaya bangsa tentu tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di lembaga pendidikan formal. Melainkan bisa dilakukan dalam berbagai macam metode yang bersifat konstruktif dan konservatif. Seperti halnya yang dilakukan di daerah Dusun Sinduastra, Desa Pinangraja, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Daerah ini memanfaatkan momentum kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 sebagai wahana pengenalan budaya Nusantara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1970,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[281,43],"class_list":["post-1968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-budaya","tag-hena-gian-hermawan","tag-majalengka"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1968"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1968\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1970"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}