{"id":1979,"date":"2018-09-04T18:44:24","date_gmt":"2018-09-04T11:44:24","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=1979"},"modified":"2018-09-04T18:44:24","modified_gmt":"2018-09-04T11:44:24","slug":"dewan-kebudayaan-kota-banjar-segera-dibentuk-ini-tugas-pokok-fungsinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/09\/04\/dewan-kebudayaan-kota-banjar-segera-dibentuk-ini-tugas-pokok-fungsinya\/","title":{"rendered":"Dewan Kebudayaan Kota Banjar Segera Dibentuk, Ini Tugas Pokok Fungsinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\"><strong>BANJAR, ETNOGRAFI.ID&#8211;<\/strong> Deklrator Pembentukan Dewan Kebudayaan Kota Banjar, Syarif Hidayat mengatakan bahwa para seniman, budayawan, akademisi akan berkumpul besok hari, Rabu (05\/09\/2018) di Aula Disdikbud Kota Banjar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Diketahui mereka akan berembuk dan duduk bersama membangun keselarasan menuangkan gagasan pemajuan kebudayaan di Kota Banjar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari pergerakan kemah budaya pra kondisi Pembentukan dewan kebudayaan kota Banjar yang telah dilakukan beberapa waktu lalu,&#8221; ucap dia, Selasa (04\/09\/2018).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Menurut dia, berdasarkan UU No 05 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan ada 11 unsur yang harus diisi dalam sebuah organisasi dewan kebudayaan dan Perpres 65 Tahun 2018 tentang Penyusunan Pokok-pokok pikiran ngenaan kebudayaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Diantaranya, Tradisi Lisan, Manuskrip, Sejarah, Adat Istiadat, Ritus, Pengetahuan Tradisional, Teknologi Tradisional, Seni, Bahasa, Permainan Rakyat, Olahraga Tradisional, Cagar Budaya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Sebelas unsur ini harus dituangkan dalam pokok-pokok pikiran kebudayaan,&#8221; kata Pendiri Etnografi News Institut ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Syarif menambahkan, berdirinya Dewan Kebudayaan ini bisa jadi perwujudan dari visi misi keenam Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar terpilih dalam Pilkada 2018. Yakni Kota Banjar harus menjadi daya tarik wisata di Jawa Barat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Selain itu, lanjut Syarif dia mengharapkan Banjar menjadi daerah yang sangat penting di Jawa Barat. Bahkan di Banjar terjadi akulturasi budaya Sunda dan Jawa.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Maka, Syarif berharap Banjar menjadi wajah Provinsi Jawa Barat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">Tugas dewan kebudayaan nanti, yakni melindungi, melestarikan, mengenalkan dan mengembangkan budaya asli Kota Banjar ke kancah Nasional maupun Internasional.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;\">&#8220;Mari kita berpikir bersama, menggali identitas Kota Banjar yang syarat dengan nilai budaya,&#8221; pungkas dia. (Red)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANJAR, ETNOGRAFI.ID&#8211; Deklrator Pembentukan Dewan Kebudayaan Kota Banjar, Syarif Hidayat mengatakan bahwa para seniman, budayawan, akademisi akan berkumpul besok hari, Rabu (05\/09\/2018) di Aula Disdikbud Kota Banjar. Diketahui mereka akan berembuk dan duduk bersama membangun keselarasan menuangkan gagasan pemajuan kebudayaan di Kota Banjar. &#8220;Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari pergerakan kemah budaya pra kondisi Pembentukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":1980,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[234,284],"class_list":["post-1979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-budaya","tag-dewan-kebudayaan","tag-syarif-hidayat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1979"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1979\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1980"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}