{"id":2372,"date":"2018-10-08T15:09:15","date_gmt":"2018-10-08T08:09:15","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=2372"},"modified":"2018-10-08T19:42:13","modified_gmt":"2018-10-08T12:42:13","slug":"harga-cabe-merah-di-ciamis-semakin-pedas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/10\/08\/harga-cabe-merah-di-ciamis-semakin-pedas\/","title":{"rendered":"Harga Cabe Merah Di Ciamis Semakin Pedas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\"><strong>Ciamis, Etnografi.id<\/strong> \u2013 Para Pedagang Sayur Mayur di Ciamis, merugi hingga 50 persen, ini disebabkan oleh harga Cabe merah terus melonjak, kenaikan harga komuditas \u00a0tersebut. Khusunya cabai merah lokal yang kini menembus kisaran Rp. 70.000,- per kilogram. Dampak kenaikan harga cabe tersebut sangat di rasakan para pedagang sayur mayor di Pasar Manis Ciamis.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">Dampak tersebut dirasakan Acep Saefudin pedagang sayur mayur di Blok A, menurut dia bahwa terjadi kenaikan harga di cabe merah lokal. Dia menuturkan sudah hampir sepekan ini harga cabe meroket tiga kali lipat, di kisaran Rp. 60.000,- hinga Rp. 70.000,- per kilogram. Hal ini menyebabkan para pelangganya mengurangi belanjaan juga bahkan pelanggan kabur memilih dan mencari harga yang lebih murah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">\u201cKami mengalami kerugian sekitar 40-50% dengan kenaikan harga cabe ini, \u00a0yang biasanya setiap hari sedikitnya 70 kilogram terjual, sekarang ga bisa. Bahkan biasanya kami setiap hari men-stock barang dagangan, sekarang sampai 3 hari baru habis.\u201d Acep (senin 8\/10\/18).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">Menurut dia<\/span><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">, penyebab kenaikan harga cabe tersebut, kurangnya pasokan barang dari petani. Diduga karena disejumlah daerah mengalami kekeringan yang melanda petani cabe, sehingga produksinya menurun sementara permintaan banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">Hal senada dialami Yoyo (45), pedagang di blok \u00a0A yang mengalami kondisi sama dampak kenaikan harga cabe merah lokal ini, membuat perekonomian di pasar Ciamis ini tidak normal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">\u201cKami berharap pemerintah dapat turun tangan dalam mengatasi hal ini,&#8221; ucap Yoyo.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">Selain Cabe Merah kenaikan juga terjadi pada sayuran khususnya koll. Sementara untuk harga daging Ayam di kisaran Rp. 40.000,- ini naik dari harga seminggu sebelumnya di kisaran Rp. 38.000,-.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">Pedagang daging ayam di blok E, Ajis mengungkapkan sudah sejak dua minggu ini harga daging tidak menentu, kadang turun kadang naik. Walaupun tidak besar kenaikannya ini juga mempengaruhi terhadap para pelanggan, ini menjadi pertanyaan pelanggan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">\u201cUntuk harga, kami sebagai pedagang hanya dapat mematok harga sesuai harga beli dari Bandar atau pemasok, kalua dari pemasok murah ya kita jual murah, ga bisa kita jual mahal karena pembeli sekarang sudah tau dan pintar, mana yang murah dan mahal\u201d. Ujarnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">Sementara, dari pantauan harga barang kebutuhan pokok masyarakat Dinas Koperasi, UKM Dan Perdagangan, tercatat pada 1 oktober 2018, untuk harga cabe merah lokal di pasar manis Ciamis, dan Sindangkasi di kisaran Rp. 45.000,- \u00a0perkilogram, dan untuk di Pasar Banjarsari serta Pasar Kawali di kisaran Rp. 40.000,- per kilogram. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif; font-size: 14pt;\">Daging ayam di Pasar Manis Ciamis \u00a0dikisaran Rp. 38.000,- per kilogram di Pasar Sindangkasih dan Kawali di kisaran Rp. 35.000,- per kilogram dan Pasar Banjarsari Rp. 29.000,- per kilogram. <strong>(dr)<\/strong><\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-2356\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/WhatsApp-Image-2018-10-06-at-05.27.22-1024x1024.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/WhatsApp-Image-2018-10-06-at-05.27.22-1024x1024.jpeg 1024w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/WhatsApp-Image-2018-10-06-at-05.27.22-150x150.jpeg 150w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/WhatsApp-Image-2018-10-06-at-05.27.22-300x300.jpeg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/WhatsApp-Image-2018-10-06-at-05.27.22-768x768.jpeg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/WhatsApp-Image-2018-10-06-at-05.27.22.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ciamis, Etnografi.id \u2013 Para Pedagang Sayur Mayur di Ciamis, merugi hingga 50 persen, ini disebabkan oleh harga Cabe merah terus melonjak, kenaikan harga komuditas \u00a0tersebut. Khusunya cabai merah lokal yang kini menembus kisaran Rp. 70.000,- per kilogram. Dampak kenaikan harga cabe tersebut sangat di rasakan para pedagang sayur mayor di Pasar Manis Ciamis. Dampak tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2373,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[90],"tags":[318,322],"class_list":["post-2372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","tag-berita-ciamis","tag-harga-cabe"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2372"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2372\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2374,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2372\/revisions\/2374"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}