{"id":2424,"date":"2018-10-22T19:28:03","date_gmt":"2018-10-22T12:28:03","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=2424"},"modified":"2018-10-22T19:28:03","modified_gmt":"2018-10-22T12:28:03","slug":"bersama-santri-damailah-negeri-itu-tema-hari-santri-nasional-2018","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/10\/22\/bersama-santri-damailah-negeri-itu-tema-hari-santri-nasional-2018\/","title":{"rendered":"Bersama Santri Damailah Negeri, Itu Tema Hari Santri Nasional 2018"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\"><strong>Tasikmalaya, Etnografi.id<\/strong> \u2013 Enam puluh ribu \u00a0Santri Se-Jawa Barat , berkumpul dalam Apel Hari Santri Nasional 2018, \u00a0sebagai Inspektur Apel Mentri Koordinator Bidang Politik Hukum Dan Keamanan ( Meko Polhukam) Wiranto, yang mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang semua direncanakan untuk memimpin Apel Hari Santri Nasional 2018 di Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya Jawa Barat , Senin (22\/10\/2018).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">Wiranto dalam sambutannya mengatakan sebelumnya kami sampaikan Salam dan permohonan maaf Presiden yang tidak dapat hadir, karena tugas kenegaraan yang waktunya bersamaan, dan Presiden mengucapkan Selamat \u00a0Hari Santri Nasional 2018.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">Sebelum melanjutkan pidatonya, Wiranto, \u201c mari kita do`a bersama untuk saudara saudara kita di Lombok, Palu, Donggala dan Sigi, yang saat ini mengalami musibah, dapat cobaan yang berat semoga mereka dapat diberikan kekuatan, ketabahan, kesabaran dan meringankan bebannya, Amin\u201d.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">Menurut Wiranto, kebangkitan para Ulama dan santri sudah di tandai sejak 73 tahun yang lalu, tepatnya 22 oktober 1945, membuktikan Ulama dan tokoh Islam, mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara yang baru saja di proklamasikan, tekat perjuangan santri dan ulama, dan kemudian di sampai melaui Resolusi Jihad oleh KH KH Hasyim Asy&#8217;ari, merupakan momentum penting bagi internalisasi gagasan ketaatan kebangsaan, khusunya dalam tubuh Nahdlatul Ulama, dan sejak itu tidak lagi mempertentangkan anatara islam dan nasionalisme, menyadari arti penting tokoh islam itulah Presiden Joko Widodo dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 lalu, menetapkan Hari Santri Nasional, penetapan ini dimaksud agar semua elemen masyarakat , khususnya para santri, dapat meneladani jihad cinta tanah air, \u00a0rela berkorban untuk bangsa dan Negara.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari semangat jihad kebangsaan atau semangat jihad untuk kemerdekaan yang hidup di dada setiap elemen bangsa, dan sejarah mencatatba, hwa para santri telah mewakafkan hidupnya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan NKRI, Tambah Wiranto<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">Pada Peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Kota Tasikmalaya, selain Menko Polhukam RI, Wiranto hadir pula Ketua Umum PBNU KH Said Agis Siradj, Cawapres KH Ma`ruf Amin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ( Kang Emil), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Muhaimin Iskandar ( Cak Imin ), Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Marwoto dan Walikota Tasikmalaya Budi Budiman.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_2426\" aria-describedby=\"caption-attachment-2426\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-2426\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/20181022_095501-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/20181022_095501-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/20181022_095501-300x169.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/20181022_095501-768x432.jpg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2018\/10\/20181022_095501-390x220.jpg 390w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2426\" class=\"wp-caption-text\">Ribuan Santri padati Dadaha Kota Tasikmalaya \/ Andik st.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Pbnu) Said Aqil Siradj, mengatakan peringatan Hari Santri Nasional ini merupakan momentum penguatan paham kebangsaan. Hari santri sebagai spirit nasionalisme, Hubbul Wathan Minal Iman ini harus di galakan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">\u00a0\u201c santri sejak dulu berperan di berbagai perjuangan bangsa, mulai merebut kemerdekaan, dari pembrontak DI\/TII dan peristiwa 1965, tak hanya itu di tahun 1983 -1984 santri melopori penerimaan pancasila sebagai asas tunggal hingga era reformasi 1998, \u00a0namun santri harus siap mengemban amanat, ada dua amanat, \u00a0satu amanat Agama, Ali Shunah Wal Jamaah \/\u00a0 dua amanat Watoniah aman Negara Republik Indonesia\u201d tegas Said Aqil Siradj<strong>.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Hari Santri Tahun ini di beri tema Bersama Santri Damailah Negeri, \u00a0dengan itu kami berharap santri santri Jawa Barat, bisa membawa Islam yang damai, \u00a0Islam yang ramah, islam yang dapat membawa perdamaian seluruh pelosok Negara Republik Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">\u201csejara mencatat perjuangan melawan penjajah,\u00a0 merebut kemerdekaan,\u00a0 menjaga kedaulatan\u00a0 Republik ini tidak lepas dari peran ulma dan santri\u201d. Ungkap Kang Emil.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">Dengan \u00a0visi misi Jabar Juara Lahir Batin, yang sedang disiapkan, Kang Emil \u00a0berharap masyarakat nya menjadi juara kompetitif produktif, harus seimbang, \u00a0pembangunan dunia wi dan pembangunan spritualitas, ia pun menyiapkan program program untuk kemakmuran pesantren dan santri.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 14pt\">Program Magrib Mengaji, subuh berjamaah, ini agar para\u00a0 pemuda menjadi ahli masjid bukan ahli maksiat, dan akan diluncurkan Program Zakat Digital, juga di siapkan program satu pesantren satu perusahaan. Dalam waktu dekat Provinsi Jawa Barat akan \u00a0melatih para ustad berbahasa Inggris, yang kedepan akan dikirim untuk berdakwah ke luar negeri, program Dakwah digital, program satu desa satu hafis quran, dan kridit mesra, warga yang tidak mampu cukup datang kemasjid untuk mendapat pertolongan finansial, \u201c kami berharap masyarakat Jawa Barat semuanya menjadi ahli Masjid ,\u201dharap \u00a0Kang Emil. (dr)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tasikmalaya, Etnografi.id \u2013 Enam puluh ribu \u00a0Santri Se-Jawa Barat , berkumpul dalam Apel Hari Santri Nasional 2018, \u00a0sebagai Inspektur Apel Mentri Koordinator Bidang Politik Hukum Dan Keamanan ( Meko Polhukam) Wiranto, yang mewakili Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang semua direncanakan untuk memimpin Apel Hari Santri Nasional 2018 di Lapangan Dadaha Kota Tasikmalaya Jawa Barat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":2425,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[90],"tags":[332,330],"class_list":["post-2424","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","tag-berita-tasik","tag-hari-santri-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2424","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2424"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2424\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2424"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2424"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2424"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}