{"id":815,"date":"2018-04-16T23:04:30","date_gmt":"2018-04-16T16:04:30","guid":{"rendered":"https:\/\/etnografi.online\/?p=815"},"modified":"2018-04-16T23:09:26","modified_gmt":"2018-04-16T16:09:26","slug":"protrer-kehidupan-warga-miskin-tasikmalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/2018\/04\/16\/protrer-kehidupan-warga-miskin-tasikmalaya\/","title":{"rendered":"Protret Kehidupan Warga Miskin Tasikmalaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ETNOGRAFI.ID:\u00a0<\/strong>Pemerintah Kabuaten Tasikmalaya masih mempunyai tanggungjawab besar dalam upaya pengentasan kemiskinan penduduk. Sebab angka kemiskinan di sana masih terbilang tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tasik, terdapat 189.350 penduduk terkategori miskin dan sangat miskin di Kabupaten Tasikmalaya pada 2017. Jumlah tersebut mencapai 10,84 persen dari total penduduk Kabupaten Tasik sebanyak 1.806.775 jiwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cArtinya penduduk miskin dan sangat miskin di Tasikmalaya kurang lebih ada 10,84 persen dari jumlah keseluruhan penduduk. Ini yang menjadi tanggung jawab kami semua baik pemerintah dan unsur lainnya dalam upaya pengentasan kemiskinan,\u201d kata Pelaksana Tugas Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto pada wartawan, belum lama ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, berdasarkan basis data terpadu yang dikeluarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, jumlah penduduk dengan kesejahteraan terendah ada di angka 40 persen di Kabupaten Tasikmalaya. Berarti mencapai kurang lebih 702.000 jiwa. \u201cTentunya upaya pengentasan kemiskinan perlu terus digulirkan,\u201d ujar politisi PDIP tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia khawatir rendahnya tingkat kesejahteraan berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat. Apalagi lewat data profil Provinsi Jawa Barat tahun 2016, angka harapan hidup Kabupaten Tasikmalaya ialah 68,54 tahun.\u00a0 \u201cAngka ini berada di urutan terendah dibanding kabupaten atau kota lain di Jabar,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artikel ini sudah terbit di wartapriangan.com<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">judul : <a href=\"https:\/\/wartapriangan.com\/2018\/04\/16\/penduduk-miskin-di-tasik-capai-ribuan-jiwa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penduduk Miskin di Kabupaten Tasik Capai Ribuan Jiwa<\/a><\/p>\n<h1 class=\"single-post-title\" style=\"text-align: justify;\"><\/h1>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ETNOGRAFI.ID:\u00a0Pemerintah Kabuaten Tasikmalaya masih mempunyai tanggungjawab besar dalam upaya pengentasan kemiskinan penduduk. Sebab angka kemiskinan di sana masih terbilang tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tasik, terdapat 189.350 penduduk terkategori miskin dan sangat miskin di Kabupaten Tasikmalaya pada 2017. Jumlah tersebut mencapai 10,84 persen dari total penduduk Kabupaten Tasik sebanyak 1.806.775 jiwa. \u201cArtinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":816,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[90],"tags":[91],"class_list":["post-815","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini","tag-orang-miskin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/815","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=815"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/815\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=815"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=815"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/etnografi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=815"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}