{"id":1055,"date":"2018-04-22T16:55:15","date_gmt":"2018-04-22T09:55:15","guid":{"rendered":"https:\/\/travelcuy.com\/?p=1055"},"modified":"2018-04-22T17:38:06","modified_gmt":"2018-04-22T10:38:06","slug":"black-bass-sang-predator-ditemukan-lemas-di-perairan-pangandaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/black-bass-sang-predator-ditemukan-lemas-di-perairan-pangandaran\/","title":{"rendered":"Black Bass Sang Predator Ditemukan Lemas di Perairan Pangandaran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>PANGANDARAN, TRAVELCUY.com:<\/strong> Seekor ikan berjenis Black Bass berhasil diselamatkan seorang nelayan yang sedang beroprasi menjala ikan diperairan muara sungai menuju ke Karang Tirta. Ikan yang dikenal sebagai spesies langka tersebut diketemukan dalam kondisi lemas. Diduga ikan yang memiliki berat 8,5 Kg itu lemas akibat terdampak racun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pembina Forcasi Indonesia, Ahmadi merasa prihatin dengan penemuan ikan yang sangat ia hormati sebagai seorang pemancing diketemukan dalam keadaan lemas dan hampir mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dia menerangkan, Black Bass merupakan ikan predator yang diburu oleh para Angler atau pemancing diseluruh dunia. Dan spesies ikan ini hidup di habitat yang sangat jarang di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSaya mengakui bahwa di perairan sungai Pangandaran hidup ikan Black Bass. Artinya Pangandaran berpotensi besar untuk wisata mancing kelas dunia. Tetapi saat ini saya merasa sedih, ketika kami menemukan ikan yang dianggap kami langka ini diketemukan dalam keadaan keracunan,\u201d ungkap dia, pada, Minggu (22\/04\/2018).<\/p>\n<figure id=\"attachment_1057\" aria-describedby=\"caption-attachment-1057\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1057\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57.jpeg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57.jpeg 1280w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57-300x225.jpeg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57-768x576.jpeg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57-80x60.jpeg 80w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57-265x198.jpeg 265w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57-696x522.jpeg 696w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57-1068x801.jpeg 1068w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2018\/04\/WhatsApp-Image-2018-04-22-at-15.00.57-560x420.jpeg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1057\" class=\"wp-caption-text\">Black Bass Berat 8.5 Kg Ditemukan Lemas Akibat Keracunan (Foto: Hyaline Fishing Pangandaran)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Senada dengan Ahmadi, Ketua Hyaline Fishing Pangandaran, Dodi Budiana menyampaikan keprihatinan saat setelah para Angler Hyaline juga komunitas mancing di Jawa Barat dan Jawa Tengah sedang melakukan wisata mancing di muara sungai Karang Tirta, para angler dikejutkan dengan diketemukanya Black Bass dalam keadaan lemas dan hampir mati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cAwalnya ikan ini dinaikan oleh seorang nelayan yang sedang beroprasi di sekitar muara sungai pertemuan air jernih dan keruh. Nelayan tersebut melihat ikan Black Bass dalam keadaan lemas disekitar pabrik PT. Pecu Pangandaran. Ia pun menaikan langsung ikan ini dengan tangan kosong dan menyerahkan pada kami yang kebetulan sedang melakukan wisata mancing,\u201d kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSesampainya di darat, kami langsung mengevakuasi ikan ini kedarat dan memeriksanya kenapa Black Bass ini sampai lemas dan hampir mati. Ternyata para pakar ikan yang kebetulan hadir mengatakan bahwa ikan ini lemas akibat keracunan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dodi menambahkan, di perairan sungai Pangandaran hidup banyak spesies ikan. Terutama ikan langka dan banyak diburu para pemancing di dunia yakni Black Bass.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut dia, bila Black Bass ini terpelihara, maka dia memastikan wisatawan domestik dan mancanegara yang hobi memancing akan datang ke Pangandaran untuk merasakan sensasi <em>strike<\/em> merilis predator yang dikenal sebagai ikan bertenaga besar yaitu Black Bass.<\/p>\n<p><strong>Pramadiano<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PANGANDARAN, TRAVELCUY.com: Seekor ikan berjenis Black Bass berhasil diselamatkan seorang nelayan yang sedang beroprasi menjala ikan diperairan muara sungai menuju ke Karang Tirta. Ikan yang dikenal sebagai spesies langka tersebut diketemukan dalam kondisi lemas. Diduga ikan yang memiliki berat 8,5 Kg itu lemas akibat terdampak racun. Pembina Forcasi Indonesia, Ahmadi merasa prihatin dengan penemuan ikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":1056,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[846,23,847],"class_list":{"0":"post-1055","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-travel-news","8":"tag-black-bass","9":"tag-pangandaran","10":"tag-wisata-mancing"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1055","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1055"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1055\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1056"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1055"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1055"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/travelcuy\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1055"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}