wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Randi (30) sejak tiga hari yang lalu berdagang terompet di sekitar Taman Raflesia Kabupaten Ciamis. Sehari-harinya ia bertani di kampung asalanya Kecamatan Baregbeg. Namun, setiap menjelang perayaan pergantian malam tahun baru dia selalu menjadi pedagang terompet dadakan.
Sayang sekali, untuk perayaan tahun baru 2016 ini ia tidak mendapat keuntungan besar seperti tahun-tahun sebelumnya. Di tahun baru 2014-2015 kemarin dalam sehari terompetnya bisa terjual 50 sampai 100 buah.
“Tidak balik modal kalau tahun sekarang. Biasanya, tepat di hari terakhir bulan Desember pembeli (terompet) banyak. Tetapi tidak untuk tahun sekarang. Omzetnya jatuh 50 persen lebih,” ucapnya.
Dia menjual terompet hasil dari karyanya sendiri dan sebagian dari orang lain yang menitipkan barang padanya. Ada yang berbentuk panjang berbahan plastik, ada juga yang lebih unik dengan bentuk naga dan saxophone.
“Saya jual mulai dari Rp 10 ribu samapi Rp 25 ribu. Tapi itu juga bukan harga pas. Kalau ada yang nawar mah boleh,” katanya.
Begitu juga dengan Ahdi (50), pedagan terompet lainnya. Ia tidak berpendapatan lebih dari tahun sebelumnya. “Tapi saya sudah memperkirakan dagang bakal sepi,” ujarnya. (Rizal Nurdiana/WP)