wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Hari ini, Senin (04/04) seluruh siswa SMA/SMK se-derajat di Kabupaten Ciamis mengikuti ujian nasional. Pada tahun ini, ujian nasional dilangsungkan dalam dua versi, yaitu ujian yang berbasis komputer dan lembar jawaban biasa.
Untuk memastikan Unas di Kabupaten Ciamis berjalan lancar, pagi tadi Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin beserta rombongan meninjau pelaksanaan UN. Sekira pukul 09.00, bupati mendatangi SMAN 3 Ciamis.
Di sekolah yang terletak di jalan Bojonghuni, Maleber tersebut, bupati melihat ke beberapa ruangan kelas tempat ujian digelar. H. Iing pun sempat berbincang dengan beberapa orang pengawas ujian.
Menurut Kelapa SMAN 3 Ciamis, Dede Hidayat, S.Pd., M.Pd., pelaksanaan Unas di sekolahnya berjalan lancar. “Jumlah soal yang kita terima beserta kelengkapannya sudah sesuai. Semua siswa kelas XII ikut ujian nasional. Total peserta 142 siswa, dibagi ke dalam enam ruangan,” jelasnya.
Kemudian bupati beserta rombongan meninjau pelaksanaan Unas di SMKN 2 Ciamis. Di sekolah ini, Unas digelar dengan sistem komputer.
Salah satu siswa SMKN 2 Ciamis yang juga peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Agung Setiadi menjelaskan, walaupun ia mengerjakan soal ujian dengan sistem online, dirinya mengaku tidak mengalami kesulitan. “Alhamdulillah tidak ada kendala. Cuma soalnya saja agak sulit”.
Usai mengunjungi SMKN 2 Ciamis, H. Iing mejelaskan di Kabupaten Ciamis ada 7 sekolah yang melaksanakan UNBK. Menurutnya, memang pelaksanaan ujian berbasis komputer ini belum dapat dilaksanakan di semua sekolah. Pasalnya, belum semua sekolah memiliki sarana yang memadai terutama komputer.
“Yang sedang kita pikirkan pengadaan sarana dan prasarananya dibantu oleh pusat atau dibebankan kepada pemerintah daerah. Ini juga masih swadaya,” tuturnya.
Masih menurut bupati, secara keseluruhan pelaksanaan ujian nasional SMA/SMK sederajat di Kabupaten Ciamis berjalan lancar. “Alhamdulillah tidak ada kendala, ujian hari ini berjalan lancar. Selamat melaksanakan UN buat siswa SMA, semoga hasilnya memuaskan,” pungkasnya. (Dena A. Kurnia/WP)