wartapriangan.com, BERITA GARUT. Hujan yang mengguyur Kota Garut sejak pkl 20.00, mengakibatkan beberapa wilayah Kota Garut dikepung banjir. Seperti sepanjang Jl. Otista wilayah Kecamatan Tarogong kaler dan Tarogong Kidul. Dua kecamatan ini cukup parah, bahkan air masuk ke rumah warga dengan ketinggian antara 10 sampai 30 Cm. Bahkan air yang mengalir di Jl. Otista cukup besar dan deras.
Derasnya air di Jl. Otista kampung Famili kecamatan Tarogong Kaler, membuat hampir semua jenis kendaraan tak ada yang berani lewat. Bahkan hampir saja satu unit Sedan dan dua unit sepeda motor terseret derasnya air. Namun untung kendaraan tersebut bisa diselamatkan warga walau terjadi insiden kebakaran .
Selain di wilayah desa Tarogong kecamatan Tarogong Kidul , banjir juga menyerang beberapa wilayah lainya. Seperti di daerah Rancabango kecamatan Tarogong Kaler. Sumber banjir bandang yang berpusat di wilayah Rancabango, membuat daerah ini cukup parah. Sampai harus menurunkan Pasukan Brimob.
Subden IV Batalyon A Pelopor Polda Jabar, mengerahkan pasukannya ke lokasi korban banjir di Ponpes Persatuan Islam (Persis) 99 Jalan Kudang Sari RT5 RW05 Desa Rancabango, Tarogong Kaler. Pasukan yang biasanya berhadapan dengan demonstran kali ini turun membantu proses evakuasi terhadap masyarakat korban bencana di daerah tersebut.
Banjir terjadi akibat hujan yang terus menerus selama hampir dua jam hingga meluapnya Sungai Cikendi di daerah Tarogong Kaler dan Tarogong Kidul. Evakuasi itu sendiri dipimpin langsung oleh Danki Brimob Subden IV Batalyon A Pelopor, AKP Saeful Bahri, Senin (6/6).
Sedikitnya 25 personel Brimob yang dikerahkan dan sudah turun langsung membantu melakukan evakuasi dan membersihkan pondok pesantren Persatuan Islam ini, ujar Saeful di lokasi banjir, Desa Rancabango.
Banjir kali ini memang cukup parah, kata ketua RW 01 Kampung Famili Desa Tarogong, Ujang Suryana. Memang banjir pernah terjadi beberapa kali, mungkin lima tahun sekali, namun tidak separah yang terjadi malam ini, Senin (6/6).
Kepala Desa Tarogong, Deni Suherlan mengatakan, walaupun tidak ada korban jiwa, namun banjir bandang malam itu sempat membuat warga panik Untuk itu Deni berharap, masyarakat yang terkena dampak musibah banjir, bisa segera mengatasinya.
Sementara Tim evakuasi dari Brimob, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut, anggota Polres Garut, TNI dan masyarakat, terus melakukan evakuasi. (Yayat Ruhiyat/WP)