{"id":16619,"date":"2015-12-03T09:01:32","date_gmt":"2015-12-03T02:01:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=16619"},"modified":"2018-02-07T11:10:02","modified_gmt":"2018-02-07T04:10:02","slug":"ckckck-ustadz-maulana-berulah-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2015\/12\/03\/ckckck-ustadz-maulana-berulah-lagi\/","title":{"rendered":"Ckckck&#8230; Ustadz Maulana Berulah Lagi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-nasional\/\"><strong>BERITA NASIONAL<\/strong><\/a>.\u00a0<a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-nasional\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ustadz Maulana<\/a> kembali menuai\u00a0kontroversi dengan ceramahnya menyebut orang Islam yang mempertanyakan agama calon pemimpin sebagai pelaku <em>black campaign<\/em> (kampanye hitam). Bahkan,\u00a0gara-gara ucapannya itu, Maulana dinilai berulah lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam tayangan di salah satu televisi swasta itu terangkum dalam video berjudul, &#8220;USTADZ MAULANA BERULAH: &#8216;UMAT ISLAM YANG MENOLAK PEMIMPIN NON ISLAM ADALAH SEDANG BLACK CAMPAIGN \/ KAMPANYE HITAM&#8217;.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam tayangan tersebut, ustadz artis itu melontarkan kalimat yang tidak pantas diucapkan seorang pendakwah. Dalam isi ceramahnya, Maulana mengatakan, dalam urusan memilih pemimpin sebaiknya tidak membawa-bawa agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ah agamanya beda? Kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara Agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah Agama. Jadi kau tidak mau naik pesawat kalau pilotnya agama lain? Jadi berbicara seperti ini jangan ada <em>black campaign<\/em>!,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sontak, pernyatannya itu langsung menuai komentar berbagai kalangan umat Muslim. Mereka rata-rata menyayangkan tindakan Maulana yang dinilai tidak mengetahui konteks agama seutuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Padahal sebelumnya, Maulana telah dipolisikan Gerakan Reformis Islam terkait pernyataannya yang diduga menimbulkan kontroversi, menyinggung, dan menyakiti umat Islam. Ustadz yang terkenal dengan\u00a0<em>tagline<\/em>\u00a0&#8220;jamaah ohh jamaah&#8221; itu dinilai ujub karena mengungkapkan\u00a0&#8220;Wanita cantik belum tentu punya anak&#8221;.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber: rimanews<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Baca juga:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong><a style=\"color: #0000ff;\" title=\"Permalink to Gara-gara Ceramahnya, Ustadz Ini Terancam 5 Tahun Bui\" href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/16168-2\/16168\/\" rel=\"bookmark noopener\" target=\"_blank\">Gara-gara Ceramahnya, Ustadz Ini Terancam 5 Tahun Bui<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong><a style=\"color: #0000ff;\" title=\"Permalink to Sebelum Dipolisikan, Pose Ustadz Maulana Naik Mimbar Bikin Heboh\" href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/16174-2\/16174\/\" rel=\"bookmark noopener\" target=\"_blank\">Sebelum Dipolisikan, Pose Ustadz Maulana Naik Mimbar Bikin Heboh<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL.\u00a0Ustadz Maulana kembali menuai\u00a0kontroversi dengan ceramahnya menyebut orang Islam yang mempertanyakan agama calon pemimpin sebagai pelaku black campaign (kampanye hitam). Bahkan,\u00a0gara-gara ucapannya itu, Maulana dinilai berulah lagi. Dalam tayangan di salah satu televisi swasta itu terangkum dalam video berjudul, &#8220;USTADZ MAULANA BERULAH: &#8216;UMAT ISLAM YANG MENOLAK PEMIMPIN NON ISLAM ADALAH SEDANG BLACK CAMPAIGN [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":16169,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[],"class_list":["post-16619","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16619","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16619"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16619\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16619"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16619"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16619"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}