{"id":16841,"date":"2015-12-06T10:23:37","date_gmt":"2015-12-06T03:23:37","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=16841"},"modified":"2017-11-16T16:39:25","modified_gmt":"2017-11-16T09:39:25","slug":"menolak-aborsi-yang-kedua-kali-gadis-sunda-ini-tewas-di-tangan-kekasihnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2015\/12\/06\/menolak-aborsi-yang-kedua-kali-gadis-sunda-ini-tewas-di-tangan-kekasihnya\/","title":{"rendered":"Menolak Aborsi yang Kedua Kali, Gadis Sunda Ini Tewas di Tangan Kekasihnya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/kabar-jabar\/\">BERITA JAWA BARAT<\/a><\/strong>.\u00a0Pipit Pitriani (18), ABG yang dibunuh pacarnya, IS (23), kemudian mayatnya ditemuka di perbatasan Cikalong-Cianjur, ternyata baru sepuluh bulan pacaran dengan pelaku. Selama 10 bulan pacaran itu, dia sudah dua kali hamil. Kehamilan pertama digugurkan atas permintaan pelaku. Dan pada kehamilan yang kedua ini, korban gak mau digugurkan, minta pertanggungjawaban untuk dinikahi. Namun pelaku menolak dan membunuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span id=\"more-9097\"><\/span>Terungkapnya pernyataan kalau korban sudah dua kali hamil, setelah polisi membaca tulisan di buku harian korban. Dalam buku harian itu, korban menceritakan kisah asmaranya dengan pelaku, dari mulai jadian sampai terakhir sebelum tewas.<\/p>\n<figure id=\"attachment_16842\" aria-describedby=\"caption-attachment-16842\" style=\"width: 404px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-16842\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/DIBUNUH-300x223.jpg\" alt=\" Pipit Pitriani (18), semasa hidup dengan sang kekasih yang tega membunuhnya. \" width=\"404\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-16842\" class=\"wp-caption-text\">Pipit Pitriani (18), semasa hidup dengan sang kekasih yang tega membunuhnya.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: left;\">Dalam bukunya itu, gadis asal Kampung Ngantay, Desa Lembah Sari, Kecamatan Cikalong Kulon, memaparkan, dirinya\u00a0sudah menjalin asmara dengan pelaku\u00a0selama 10 bulan.\u00a0Korban pun menulis pernah hamil sebelumnya dalam buku tersebut. Kehamilannya kali ini merupakan untuk yang kedua kalinya selama berpacaran dengan IS.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cKalau anak saya\u00a0ini nanti\u00a0lahir laki-laki akan diberi nama Muhammad, jika perempuan akan diberi nama yang bagus,\u201d tulisnya di buku tersebut<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Gito menuturkan, keluarga korban menemukan sebuah buku catatan harian milik Pipit. \u201cBuku tersebut merupakan buku tulis seperti yang biasa dipakai oleh anak sekolah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Sumber: JabarPublisher<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA JAWA BARAT.\u00a0Pipit Pitriani (18), ABG yang dibunuh pacarnya, IS (23), kemudian mayatnya ditemuka di perbatasan Cikalong-Cianjur, ternyata baru sepuluh bulan pacaran dengan pelaku. Selama 10 bulan pacaran itu, dia sudah dua kali hamil. Kehamilan pertama digugurkan atas permintaan pelaku. Dan pada kehamilan yang kedua ini, korban gak mau digugurkan, minta pertanggungjawaban untuk dinikahi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[33],"tags":[32],"class_list":["post-16841","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kabar-jabar","tag-berita-jawa-barat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16841"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16841\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}