{"id":17750,"date":"2015-12-20T15:31:48","date_gmt":"2015-12-20T08:31:48","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=17750"},"modified":"2015-12-20T15:31:48","modified_gmt":"2015-12-20T08:31:48","slug":"ini-tanggapan-keluarga-terduga-teroris-di-tasikmalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2015\/12\/20\/ini-tanggapan-keluarga-terduga-teroris-di-tasikmalaya\/","title":{"rendered":"Ini Tanggapan Keluarga Terduga Teroris di Tasikmalaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">wartapriangan.com, <strong><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA TASIKMALAYA<\/a><\/strong>.\u00a0Keluarga Asep Urip, warga yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tidak menyangka Asep terlibat dalam jaringan teroris dan berniat menebarkan teror. &#8220;Tidak mungkin terlibat,&#8221; kata Dede, kerabat Asep saat ditemui di rumahnya, Desa Singkup, Purbaratu, Minggu 20 Desember 2015.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Dede, Asep selalu bersikap baik kepada sesama. Bahkan, dia kerap memberi bantuan kepada tetangga yang membutuhkan. &#8220;Suka memberi kepada orang yang nggak punya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepribadian Asep, kata Dede, juga tak <em>neko-neko<\/em>. Sehari-hari dia mengajar mengaji anak-anak di Pondok Pesantren Al-Mubarok Atturmudzi, Purbaratu. &#8220;Asep sangat baik,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ihwal rekan Asep, Zaenal, yang turut ditangkap Densus 88, Dede menjelaskan, Zaenal baru sekitar lima-enam bulan di pesantren. Awalnya, Zaenal mengaku tidak bisa mengaji. &#8220;Saudara saya bersedia mengajari si Mas (Zaenal),&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menegaskan, Zaenal bukan saudaranya. Dia datang ke sini karena ingin bisa mengaji. &#8220;Si Mas tinggal di kobong, tidak di rumah saya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasca penangkapan, ibunda Asep sakit keras. Dia tidak bisa berkomunikasi karena syok. &#8220;Maaf, ibunya sakit keras tidak bisa diajak <em>ngobrol<\/em>,&#8221; ujar Dede.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pimpinan Pondok Pesantren Al Mubarok Atturmudzi, Ustad Ade Dedi mengatakan, Zaenal datang menemui Asep sekitar bulan Ramadan lalu. Tujuan kedatangannya untuk mencari ilmu. &#8220;Tidak terlibat apa-apa, cuma untuk mencari ilmu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keseharian Asep dan Zaenal, kata dia, biasa-biasa saja. Saat waktu mengaji mereka mengaji, saat salat pun mereka berjamaah. &#8220;Saat istirahat ya istirahat, tidak ada gerakan apa-apa,&#8221; jelas Ade.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut sepengetahuan Ade, Zaenal dan Aep bertemu di Malang saat keduanya mondok di sana. Asep tak lama mondok di sana, hanya empat\u00a0 bulan. &#8220;Kemudian tamu (Zaenal) datang untuk silaturahmi kepada Ustad (Asep) bulan Ramadan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jumat sore 18 Desember, Ade tiba-tiba diberi kabar bahwa Asep dan Zaenal ditangkap polisi. Dia sendiri tidak tahu petugas dari mana yang mengambil keduanya. &#8220;Tidak tahu,&#8221; katanya.<br \/>\nAde berharap, Asep tidak terlibat apa-apa. Dia pun berharapan Asep segera pulang. &#8220;Ya harapannya segera pulang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sugirman, salah seorang warga setempat mengatakan, Zaenal tidak pernah bergaul dengan warga setempat. Dia biasa papasan dengan Zaenal saat di jalan. &#8220;Saat dia sedang ambil air,&#8221; ujarnya. Zaenal berperawakan tinggi besar, dan berjanggut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Pondok Pesantren Al-Mubarok Atturmudzi, kata Sugirman, merupakan tempat belajar mengaji anak-anak warga sekitar. Anak-anak belajar pada <em>ba&#8217;da<\/em> magrib dan subuh. &#8220;Tiap minggu suka ada pengajian ibu-ibu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asep dan Zaenal ditangkap oleh Densus 88 Polda Jabar dan Mabes Polri di Kampung Cihaji, Purbaratu, Jumat sore. Mereka diringkus saat hendak pergi ke pengajian di daerah Mitra Batik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber: Tempo<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Baca juga:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/17740-2\/17740\/\" rel=\"bookmark noopener\" target=\"_blank\">Diduga Teroris, Pengajar Ponpes di Tasikmalaya Ini Ditangkap Densus 88<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #0000ff;\"><strong><a style=\"color: #0000ff;\" href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/kapolri-akui-penangkapan-terduga-teroris-di-tasikmalaya-atas-info-dari-fbi\/17743\/\" rel=\"bookmark noopener\" target=\"_blank\">Kapolri Akui Penangkapan Terduga Teroris di Tasikmalaya Atas Info dari FBI<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.\u00a0Keluarga Asep Urip, warga yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tidak menyangka Asep terlibat dalam jaringan teroris dan berniat menebarkan teror. &#8220;Tidak mungkin terlibat,&#8221; kata Dede, kerabat Asep saat ditemui di rumahnya, Desa Singkup, Purbaratu, Minggu 20 Desember 2015. Menurut Dede, Asep selalu bersikap baik kepada sesama. Bahkan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":17741,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[27,20],"tags":[19],"class_list":["post-17750","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-priangan-terkini","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17750","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17750"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17750\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17750"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17750"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17750"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}