{"id":18399,"date":"2016-01-01T09:55:44","date_gmt":"2016-01-01T02:55:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=18399"},"modified":"2016-01-01T09:55:44","modified_gmt":"2016-01-01T02:55:44","slug":"18399-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/01\/01\/18399-2\/","title":{"rendered":"Remaja Terseret Ombak Pantai Santolo Garut Belum Ditemukan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA GARUT. <\/a><\/strong>Wildan Khaerudin (16) warga Blok Desa Lama, Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Cirebon, Jawa Barat yang terseret ombak Pantai Santolo, hingga kini masih belum diketemukan. Sementara pihak Satpol Airut Polres Garut juga dibantu masyarakat, telah melakukan pencarian hingga 5 Km ke tengah pantai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban bersama tiga orang temanya berenang di Pantai Santolo, Garut, Jawa Barat, Rabu (30\/12), sekira pukul 17.00 WIB. Keempat wisatawan asal Cirebon itu terseret ombak, sementara yang tiga orang terselamatkan sedangkan Wildan hingga kini masih dalam pencarian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Satpolair Polres Garut, AKP Tri Andri, menuturkan hingga kini satu orang atas nama Wildan Khaerudin (16), warga Blok Desa Lama, Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon belum ditemukan. Satpolair dibantu nelayan sejak kemarin terus melakukan pencarian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami juga masih menunggu Basarnas untuk membantu pencarian. Untuk sementara kami mencari dibantu nelayan,&#8221; ujar Tri melalui sambungan telepon, Kamis (31\/12).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tiga warga lainnya yang selamat yakni Muhamad Arip (18), Deri (17) dan Rahmat Iza (17),\u00a0 warga Bumi Asri Cirebon. Menurut Tri, keempatnya sedang bermain di sekitar Pantai Santolo. Mereka kemudian menuju ke tengah laut. &#8220;Padahal sudah ada larangan untuk berenang di laut. Tapi tetap saja ada yang berenang,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, rambu-rambu larangan berenang sudah dipasang petugas di sepanjang pantai selatan. Bahkan spanduk imbauan agar pengunjung tak berenang sudah banyak terpampang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kebanyakan itu yang berenang baru pertama kali datang ke laut. Padahal sangat berbahaya karena laut bukan tempatnya untuk berenang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tri menambahkan, pihaknya telah menyisir sejauh lima kilometer untuk mencari korban. Ombak di wilayah selatan, diakui Tri cukup besar. Apalagi kontur Pantai Santolo yang banyak karang sehingga menyulitkan pencarian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di malam pergantian tahun baru, lanjut Tri, jumlah pengunjung ke Pantai Santolo sudah mencapai 15 ribu orang. Kebanyakan pengunjung berasal dari luar Garut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami imbau kepada para pengunjung terutama yang dari luar daerah untuk tidak berenang. Kalau mau bermain air cukup dipinggir saja jangan sampai berenang ke tengah,&#8221; ujarnya. <strong>(Yayat\/WP)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT. Wildan Khaerudin (16) warga Blok Desa Lama, Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Cirebon, Jawa Barat yang terseret ombak Pantai Santolo, hingga kini masih belum diketemukan. Sementara pihak Satpol Airut Polres Garut juga dibantu masyarakat, telah melakukan pencarian hingga 5 Km ke tengah pantai. Korban bersama tiga orang temanya berenang di Pantai Santolo, Garut, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":18400,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,27],"tags":[3,4],"class_list":["post-18399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","category-berita-priangan-terkini","tag-berita-garut","tag-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18399","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18399"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18399\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}