{"id":18721,"date":"2016-01-05T16:07:52","date_gmt":"2016-01-05T09:07:52","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=18721"},"modified":"2016-01-05T16:07:52","modified_gmt":"2016-01-05T09:07:52","slug":"18721-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/01\/05\/18721-2\/","title":{"rendered":"Sadis! Ibu di Pangandaran Ini Tega Aniaya Anaknya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-pangandaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA PANGANDARAN<\/a>. <\/strong>Hanya karena susah makan, seorang ibu angkat di Cikembulan Regency, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran tega menganiaya anak angkatnya AA (11), Jumat ( 1\/1\/2016). Akibatnya kulit AA bagian perut melepuh dan mengelupas setelah disiram air panas oleh NR (28), sang ibu angkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbuatan NR kemudian dilaporkan Jese Seoharja (55) warga negara Belanda yang merupakan suaminya sendiri dan ayah angkat korban ke petugas Kementerian Sosial Republik Indonesi di bawah Direktorat Kesejahteraan Anak, Disdukcapilsosnakertrans Kabupaten Pangandaran. Dan petugas melanjutkan laporan ke Polsek Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Senin (4\/1\/2016).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut petugas Kementerian Sosial Republik Indonesia di bawah Direktorat Kesejahteraan Anak, Disdukcapilsosnakertrans Kabupaten Pangandaran, Harty sebelumnya korban diangkat oleh isteri pertama Jose namun kemudian cerai. Selanjutnya karena menikah lagi dengan pelaku, akhirnya korban hidup bersama pelaku .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerlakuan pelaku pada korban terungkap setelah Bambang teman dekat Jose, mengungkapkan perlakuan kekerasan ini,\u201dkata Harty seperti dilansir dari pojoksatu.id.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harty menambahkan, menurut laporan yang diterima perlakuan buruk pelaku sudah berlangsung lama. Siksaan demi siksaan diterima korban tidak diketahui oleh ayah angkatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaat ini korban sudah diamankan di tempat lain, untuk memulihkan kondisi psikologinya, serta mengobati luka-lukanya.\u201d jelas Harty.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu menurut Kapolsek Sidamulih AKP Iwan Sukarelawan, melalui Anggota Reskrim, Brigadir Febrian Taruna P, membenarkan peristiwa tersebut dan saat ini pelaku sudah diamankan.\u00a0Febrian menambahkan, pelaku dijerat pasal 80 ayat 2 perubahan UU No. 23 tahun 2002 , tentang perlindungan anak jo 351 KUHP dan Undang undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPelaku dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman pidana paling sedikit 9 tahun penjara,\u201djelasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Hanya karena susah makan, seorang ibu angkat di Cikembulan Regency, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran tega menganiaya anak angkatnya AA (11), Jumat ( 1\/1\/2016). Akibatnya kulit AA bagian perut melepuh dan mengelupas setelah disiram air panas oleh NR (28), sang ibu angkat. Perbuatan NR kemudian dilaporkan Jese Seoharja (55) warga negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":18725,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-18721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18721"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18721\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}