{"id":18886,"date":"2016-01-08T11:25:52","date_gmt":"2016-01-08T04:25:52","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=18886"},"modified":"2016-01-08T11:25:52","modified_gmt":"2016-01-08T04:25:52","slug":"18886-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/01\/08\/18886-2\/","title":{"rendered":"Waduh! Harga Daging Ayam dan Telur Ayam di Ciamis Terus Naik"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>. Harga telur dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Ciamis terus merangkak naik. Kondisi itupun dikeluhkan para konsumen juga penjual. Semisal di Pasar Tadisional Pamarican, Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, harga telur ayam sudah mencapai Rp. 26 ribu per kg. Padahal beberapa hari sebelumnya, harga telur hanya Rp. 22 ribu per kg.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHarga telur naik hampir setiap hari. Bikin pusing,\u2019\u2019 ujar seorang penjual telur di Pasar, Ujang kepada Warta Priangan, Jumat (08\/01).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ujang menjelaskan, kenaikan harga telur terjadi secara bertahap di kisaran Rp. 500 per kg. Namun, karena kenaikannya terjadi hampir setiap hari, maka harga telur ayam saat ini menjadi sangat tinggi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_18887\" aria-describedby=\"caption-attachment-18887\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18887\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/01\/foto-daging-300x160.jpg\" alt=\"Daging ayam di salah satu Pasar Tradisional Kabupaten Ciamis. (Foto: Baehaki\/WP)\" width=\"300\" height=\"160\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-18887\" class=\"wp-caption-text\">Daging ayam di salah satu Pasar Tradisional Kabupaten Ciamis. (Foto: Baehaki\/WP)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mengatakan, kenaikan harga telur itu sudah terjadi di tingkat agen. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga tersebut. Namun, menurut informasi yang diterimanya, kenaikan harga telur terjadi karena pasokan dari peternaknya berkurang. \u201cSaya juga tidak tahu apakah harga telur ayam ini akan terus naik atau akan turun,\u2019\u2019 tutur Ujang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain telur, harga daging ayam pun masih tinggi dan belum ada tanda-tanda akan turun. Saat ini, harga daging ayam potong masih mencapai Rp. 38 ribu per kg. Harga itu masih tetap dibandingkan seminggu yang lalu. Dalam kondisi normal, harga daging ayam hanya di kisaran Rp. 35 ribu per kg.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ujang menuturkan, kenaikan harga telur ayam maupun daging ayam itu dikeluhkan para pelanggan dan pembeli. Bahkan, sejumlah pelanggan mengurangi pembeliannya. \u201cPelanggan yang biasanya beli daging ayam tiga kilogram sehari, sekarang cuma dua kilogram,\u2019\u2019 tutur Ujang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHarga saat ini memang sangat tinggi,\u2019\u2019 kata seorang pembeli daging ayam, Ani. Dia pun mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga daging ayam. <strong>(Baehaki\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Harga telur dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Ciamis terus merangkak naik. Kondisi itupun dikeluhkan para konsumen juga penjual. Semisal di Pasar Tadisional Pamarican, Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, harga telur ayam sudah mencapai Rp. 26 ribu per kg. Padahal beberapa hari sebelumnya, harga telur hanya Rp. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":18887,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[25],"class_list":["post-18886","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18886"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18886\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}