{"id":19841,"date":"2016-01-22T15:21:31","date_gmt":"2016-01-22T08:21:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=19841"},"modified":"2016-01-22T15:21:31","modified_gmt":"2016-01-22T08:21:31","slug":"pedagang-daging-sapi-di-ciamis-sudah-kembali-berjualan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/01\/22\/pedagang-daging-sapi-di-ciamis-sudah-kembali-berjualan\/","title":{"rendered":"Meski Harga Mahal, Pedagang di Pasar Ciamis Tetap Berjualan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">wartapriangan.com, <strong><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Jumat (22\/01), sebagian pedagang daging sapi di Pasar Manis Ciamis sudah mulai berdagang kembali. Setelah selama dua hari Rabu (20\/01) dan Kamis (21\/01) pedagang daging sapi di Ciamis tersebut mogok berjualan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pedagang mengaku terpaksa berjualan karena untuk kebutuhan hidup sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau tidak dagang, mau makan dari mana. Tapi sekarang berdagang pembeli juga sepi karena harganya mahal,\u201d jelas Eros, pedagang daging sapi Blok C Pasar Manis Ciamis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eros juga mengatakan, mendapatkan daging sapi dari para bandar seharga Rp 110 ribu sampai Rp 120 ribu. Ia jual kembali dengan harga Rp 130 ribu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDapat apa coba dari daging ini,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begitu juga dengan Esih, pedagang daging sapi lain di Blok C Pasar Manis Ciamis mengaku, berdagang karena ada permintaan dari para pedagang bakso.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKasihan aja sama tukang bakso tidak dagang karena tidak ada daging sapi. Tapi kalau bawa daging hanya untuk mencukupi para tukang bakso juga kan ngga ada untungnya. Jadia saya bawa banyak daging,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para pedagang daging sapi Pasar Manis Ciamis lebih memilih daging sapi impor yang dipasok dari Kota Tasikmalaya. Karena harga daging sapi lokal harganya lebih mahal sehingga keuntungannya lebih minim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Harga daging sapi yang mahal diakibatkan adanya pajak 10 persen untuk pemotong seekor sapi. Mereka semua berharap pemerintah segera mencari jalan keluarnya supaya beban hidup pedagang kecil tidak semakin berat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJalan keluarnya ada di pemerintah. Bisa ngga mereka membahagiakan kita pedagang daging sapi kecil-kecilan ini,\u201d tukas Esih. \u00a0<strong>(Rizal Nurdaiana\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Jumat (22\/01), sebagian pedagang daging sapi di Pasar Manis Ciamis sudah mulai berdagang kembali. Setelah selama dua hari Rabu (20\/01) dan Kamis (21\/01) pedagang daging sapi di Ciamis tersebut mogok berjualan. Para pedagang mengaku terpaksa berjualan karena untuk kebutuhan hidup sehari-hari. \u201cKalau tidak dagang, mau makan dari mana. Tapi sekarang berdagang pembeli juga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":19755,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-19841","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19841"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19841\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}