{"id":20711,"date":"2016-02-01T21:53:38","date_gmt":"2016-02-01T14:53:38","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=20711"},"modified":"2016-02-01T21:53:38","modified_gmt":"2016-02-01T14:53:38","slug":"angkot-di-ciamis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/01\/angkot-di-ciamis\/","title":{"rendered":"Dinilai Merugikan, Kebijakan Pemda Ciamis Ini Ditolak Sopir Angkot"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a>.\u00a0<\/strong>Pengusaha dan supir angkutan umum (angkot) di Ciamis melakukan aksi penolakan trayek baru. Pengusaha an armada angkot di Ciamis ini merasa kebijakan pemerintah tak berpihak kepada mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Armada angkot 013 jurusan Sindangkasih-Cihaurbeuti menolak penambahan trayek baru 024 di Kabupaten Ciamis. Mereka memasang spanduk penolakan di pinggir jalan supaya masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis mengetahui keinginan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami memasang spanduk dengan tujuan memberitahu kepada dinas kalau kami tidak menyetujui dan menolak keras trayek baru 024,\u201d jelas Andi (42) salah satu pengusaha angkutan umum 013 pada Warta Priangan, Senin (01\/02) sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, trayek baru 024 akan sangat merugikan pengusaha dan supir Angkutan Umum 013 Karena akan menempuh jalur Nasol dan Budiasih.<\/p>\n<figure id=\"attachment_20712\" aria-describedby=\"caption-attachment-20712\" style=\"width: 354px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-20712\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/angkot-di-ciamis-300x200.jpg\" alt=\"Para pengusaha dan sopir angkot 013 di Ciamis memasang spanduk penolakan dibukanya trayek 024. (foto: rizal\/wp)\" width=\"354\" height=\"236\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20712\" class=\"wp-caption-text\">Para pengusaha dan sopir angkot 013 di Ciamis memasang spanduk penolakan dibukanya trayek 024. (foto: rizal\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSekarang saja dengan banyaknya warga di daerah yang memiliki sepeda motor, penumpang kami menjadi berkurang. Apalagi nanti setelah ada angkutan 024 pasti kami akan sangat merugi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Andi juga mengungkapkan, para pengusaha dan supir angkot 013 merasa kecewa karena tidak pernah diajak berdiskusi oleh pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis terkait dengan penambahan trayek 024.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami tidak pernah diajak untuk berpartisipasi membahas penambahan trayek baru 024. Tahu-tahu sudah ada kabar sekitar empat bulan lagi akan ada trayek baru 024. Calon pengusaha angkutannya juga katanya sudah ada,\u201d kata dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aksi damai memasang spanduk itu akan terus mereka lakukan sampai Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis mengabulkan keinginan mereka untuk tidak mendirikan trayek 024.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemua pengusaha dan supir angkutan 013 sudah melakukan rapat, kita akan tetap menolak kehadiran 024,\u201d tukas Andi. <strong>(Rizal Nurdiana\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Pengusaha dan supir angkutan umum (angkot) di Ciamis melakukan aksi penolakan trayek baru. Pengusaha an armada angkot di Ciamis ini merasa kebijakan pemerintah tak berpihak kepada mereka. Armada angkot 013 jurusan Sindangkasih-Cihaurbeuti menolak penambahan trayek baru 024 di Kabupaten Ciamis. Mereka memasang spanduk penolakan di pinggir jalan supaya masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":20712,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-20711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20711"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20711\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}