{"id":20981,"date":"2016-02-05T20:44:40","date_gmt":"2016-02-05T13:44:40","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=20981"},"modified":"2016-02-05T20:44:40","modified_gmt":"2016-02-05T13:44:40","slug":"20981-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/05\/20981-2\/","title":{"rendered":"Wabah DBD di Tasik Meningkat, Satu Orang Meninggal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com,<\/strong> <strong><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA TASIKMALAYA<\/a><\/strong>.\u00a0Seiring intensitas hujan yang mulai tinggi, jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tasikmalaya, Jawa Barat, terus mengalami peningkatan. Bahkan, seorang pasien meninggal dunia meski sempat mendapat perawatan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kabid Pelayanan RSUD Dr.Soekarjo Kota Tasikmalaya, dr Budi Tirmadi, awal tahun 2016, pasien yang dirawat di Rumah Sakit dr Sukarjo mencapai 46 orang. Selain didominasi pasien anak dan balita, pasien orang dewasa juga banyak terjangkit DBD. Bahkan, seorang pasien meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mengatakan, peningkatan jumlah pasien DBD di Tasik diperkirakan akan terus bertambah. Pasalnya, Jumat (5\/2) pagi sudah delapan pasien DBD yang masuk rumah sakit bersamaan untuk menjalani perawatan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_20982\" aria-describedby=\"caption-attachment-20982\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-20982\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/IMG_05022016_193225-300x180.jpg\" alt=\"Pasien DBD saat ditemui wartawan di RSUD Dr.Soekarjo Kota Tasikmalaya. (Foto: Andri\/WP)\" width=\"300\" height=\"180\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-20982\" class=\"wp-caption-text\">Pasien DBD saat ditemui wartawan di RSUD Dr.Soekarjo Kota Tasikmalaya. (Foto: Andri\/WP)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau melihat dari data yang ada pada hari ini saja dirawat delapan orang, lima dewasa dan sisanya anak anak. Kemudian di Desember 2015, ada delapan belas, di Januari sudah 38 pasien. Jadi ada peningkatan. sedangkan yang meninggal dunia di Januari ada satu orang,\u201d ujar dr Budi Tirmadi, \u00a0saat ditemui Warta Priangan di ruangannya, Jumat (5\/2).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya lingkungan tempat tinggal yang tidak bersih menjadi penyebab penyakit demam berdarah terus meningkat. Sebagian besar pasien mengaku, pasca musim hujan jentik nyamuk semakin banyak disekitar rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang pasien anak-anak, Dika Subagja (9), warga Cimulu, Kota Tasikmalaya, mengatakan, sakit DBD sudah empat hari, \u201crasanya sakit panas di rumah banyak nyamuk dari sungai,\u201d lanjutnya. Meski sudah jatuh korban jiwa, pemerintah daerah tidak menaikan status DBD sebagai kejadian luar biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, masyarakat juga berharap agar pelaksanaan foging dilakukan secara terus menerus hingga jentik nyamuk dipastikan mati. Wabah DBD yang berbahaya bisa dihindari dengan menjalankan hidup sehat. Dengan cara membuang genangan air disekitar rumah, mencuci bak mandi serta membersihkan lingkungan agar terhindar dari penyakit DBD. <strong>(Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.\u00a0Seiring intensitas hujan yang mulai tinggi, jumlah pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tasikmalaya, Jawa Barat, terus mengalami peningkatan. Bahkan, seorang pasien meninggal dunia meski sempat mendapat perawatan medis. Menurut Kabid Pelayanan RSUD Dr.Soekarjo Kota Tasikmalaya, dr Budi Tirmadi, awal tahun 2016, pasien yang dirawat di Rumah Sakit dr Sukarjo mencapai 46 orang. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":20982,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-20981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20981"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20981\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}