{"id":21295,"date":"2016-02-06T20:48:43","date_gmt":"2016-02-06T13:48:43","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=21295"},"modified":"2016-02-06T20:48:43","modified_gmt":"2016-02-06T13:48:43","slug":"21295-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/06\/21295-2\/","title":{"rendered":"Duh! Bantaran Sungai di Ciamis Ini Dipenuhi Sampah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Bantaran Sungai Citalahab tepatnya di Dusun Pamarican dan Dusun Lumbungsari Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis dipenuhi sampah. Kondisi tersebut selain menimbulkan bau yang tidak sedap dan pemandangan yang kotor, juga dikhawatirkan bisa menyumbat arus sehingga air meluap dan mengakibatkan banjir di sekitaran sungai. Kesehatan warga sekitar juga terancam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu warga sekitar bantaran Sungai Citalahab, Yanti Nurmala kepada Warta Priangan, Sabtu (06\/02), mengatakan kemungkinan sampah berasal dari limbah rumah tangga masyarakat sekitar bantaran sungai. Sampah akhirnya menumpuk di bantaran Sungai Citalahab.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSampah yang ada di sini berasal dari limbah rumah tangga yang dibuang oleh warga yang tidak bertanggungjawab. Dan lingkungan di sini akhirnya kena imbas,\u201d ujar Yanti.<\/p>\n<figure id=\"attachment_21299\" aria-describedby=\"caption-attachment-21299\" style=\"width: 360px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-21299\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/bantaran-sungai-citalahab-300x200.jpg\" alt=\"Salah satu sudut sungai Citalahab yang dipenuhi tumpukan sampah. (foto: baehaki\/wp)\" width=\"360\" height=\"240\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-21299\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu sudut sungai Citalahab yang dipenuhi tumpukan sampah. (foto: baehaki\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, dirasa masih kurang. Selain itu diduga ada oknum yang sengaja dengan membuang sampah di sungai. \u201cPadahal dampaknya bisa fatal, misalnya banjir dan tumpukan sampah di sungai juga bisa menimbulkan bibit penyakit,\u201d lanjut Yanti<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal senada diungkapkan Asep Suhikmat, warga setempat. \u201cSaya heran kenapa masih ada warga yang membuang sampah ke bantaran Sungai Citalahab, padahal sudah ada petugas yang setiap hari mengambil sampah dari rumah-rumah warga untuk dibuang ke TPS yang ada di sini,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Asep berharap, semua warga di sepanjang bantaran Sungai Citalahab ini sadar dampak apabila membuang sampah sembarangan ke sungai. \u201dToh nanti bila terjadi banjir kita juga akan rugi, apalagi sampai menimbulkan penyakit, kita akan lebih dirugikan lagi,\u201d pungkasnya <strong>(Baehaki\/WP).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Bantaran Sungai Citalahab tepatnya di Dusun Pamarican dan Dusun Lumbungsari Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis dipenuhi sampah. Kondisi tersebut selain menimbulkan bau yang tidak sedap dan pemandangan yang kotor, juga dikhawatirkan bisa menyumbat arus sehingga air meluap dan mengakibatkan banjir di sekitaran sungai. Kesehatan warga sekitar juga terancam. Salah satu warga sekitar bantaran Sungai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":21299,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-21295","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21295"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21295\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}