{"id":21316,"date":"2016-02-07T14:12:29","date_gmt":"2016-02-07T07:12:29","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=21316"},"modified":"2016-02-07T14:12:29","modified_gmt":"2016-02-07T07:12:29","slug":"dahsyat-nyawa-perempuan-di-ciamis-ini-terancam-berkali-kali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/07\/dahsyat-nyawa-perempuan-di-ciamis-ini-terancam-berkali-kali\/","title":{"rendered":"Kisah Hikmah: Nyawa Perempuan di Ciamis Ini Terancam Berkali-Kali"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">.<\/a>\u00a0Hampir 10 tahun, tepatnya sejak tahun 2007, nyawa perempuan asal Ciamis ini terancam berkali-kali. Tak terhitung berapa kali tubuhnya bercucuran darah. Tak terhitung pula berapa kali ia harus terbaring lemas tanpa bisa melakukan apapun. Bahkan, beberapa kali jantungnya sempat berhenti berdetak!<\/p>\n<p>\u201cInsya Alloh saya tidak takut mati, dan saya tidak akan menyerah\u2026,\u201d ujarnya, saat jajaran redaksi Warta Priangan bersilaturahmi di kediamannya.<\/p>\n<p>Meski tubuhnya terlihat lemas, tapi sorot matanya memancarkan semangat yang kuat. Setiap berujar, ia selalu berusaha keras untuk tersenyum. Padahal, bisa dipastikan ia tengah menahan rasa sakit yang tak terbayangkan.<\/p>\n<p>\u201cMau bagaimana lagi, terima saja. Mengeluh pun tetap terasa sakit, mendingan tersenyum saja,\u201d jawabnya.<\/p>\n<p>Belasan kali di-Chemo, 25 kali disinar, beragam obat dan metoda alternatif sudah dicoba, ternyata belum mampu menghabisi kanker ganas yang menggerogoti tubuhnya. Dan sekarang, ia harus hidup tanpa tulang rusuk.<\/p>\n<p>\u201cYa, hanya dua bulan, tulang rusuk saya habis,\u201d jelasnya, seraya memperlihatkan bagian tubuhnya yang terlihat tak bertulang.<\/p>\n<p><strong>DARAH, TULANG, DAGING BAHKAN RAMBUT SAYA BOLEH DIRENGGUT. TAPI DIA TIDAK BISA MENGHALANGI SAYA MEMILIKI BUAH HATI. (Halaman selanjutnya&#8230;)<\/strong><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p>Perempuan ini bernama Ayu Berliani Putri Rusyana, lahir di Ciamis 25 tahun silam. Meski Tumor Timus Mediastinum sering membuat tubuh Neng Ayu ambruk, tapi tidak dengan semangat dan kebahagiaannya.<\/p>\n<p>\u201cTubuh ini dititipkan Alloh pada saya. Dia (tumor \u2013red) menumpang di tubuh saya. Saya tidak akan pernah menyerah. Darah saya boleh keluar, rambut saya direnggut, daging dan tulang saya mungkin bisa digerogoti, tapi dia tidak bisa memaksa saya menyerah, dan saya bahagia dengan kehidupan saya,\u201d papar perempuan yang tinggal di Lingkungan Belender, Maleber, Kabupaten Ciamis.<\/p>\n<p>Saat redaksi Warta Priangan bertanya apa alasan Neng Ayu bisa tetap bahagia? Padahal, jelas-jelas dia sedang \u201cdihabisi\u201d tumor ganas.<\/p>\n<figure id=\"attachment_21317\" aria-describedby=\"caption-attachment-21317\" style=\"width: 519px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-21317\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/neng-ayu-perempuan-ciamis.jpg\" alt=\"Neng Ayu dengan buah hatinya, Khalila (foto: dok pribadi)\" width=\"519\" height=\"396\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21317\" class=\"wp-caption-text\">Neng Ayu dengan buah hatinya, Khalila (foto: dok pribadi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cBagaimana tidak bahagia. Saya sekolah sudah, kuliah sudah, tanpa disangka-sangka juga ada laki-laki yang berkenan menikah dengan saya. Dan yang lebih ajaib, Alloh juga mempercayakan saya menjadi ibu. Saat saya hamil, semua pesimis. Tapi saya yakin, Alloh akan memberikan yang terbaik. Selama hamil, saya sering curhat sama Alloh. Kesakitan seperti apapun akan saya terima, tapi jangan timpakan pada anak saya. Alhamdulillah, anak saya lahir dan sehat. Jadi tak ada alasan untuk tidak bahagia.\u201d<\/p>\n<p><strong>KETIKA LOGIKA MEMAKSA MENYERAH, HARAPAN JUSTRU MEMBUNCAH\u00a0(Halaman selanjutnya&#8230;)<\/strong><br \/>\n<!--nextpage--><br \/>\nSetelah melalui banyak sekali kondisi kritis, hari ini Neng Ayu harus jadi manusia tanpa tulang rusuk. Tumor ganas menggerogotinya hanya dalam waktu dua bulan saja.<\/p>\n<p>\u201cYa, habis, sekarang tinggal selaput,\u201d terang Ayu.<\/p>\n<p>Dokter yang biasa menangani Neng Ayu beberapa kali meminta chemo ulang. Namun kali ini, tawaran itu ditolak. Neng Ayu dan keluarganya faham benar, resiko chemo kali ini akan jauh lebih berbahaya ketimbang 12 kali chemo sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cChemo lagi lah. Apa lagi yang harus dirisaukan, sekolah udah, kuliah udah, nikah udah, punya momongan udah,\u201d begitu saran dokter, seperti ditirukan Neng Ayu.<\/p>\n<p>Ya, tak sedikit pihak yang cenderung memosisikan pilihan Neng Ayu untuk menyerah. Bahkan ayah dan ibunya pun sempat berada di posisi itu. Tapi sebaliknya dengan Neng Ayu. Ia berhitung, kalau di-chemo lagi, resikonya sangat besar. Sangat mungkin ia tak bisa bertahan, dan harus meninggalkan buah hatinya hidup tanpa ibu.<\/p>\n<p>\u201cSaya sedang lawan dengan pengobatan alternatif. Saya ingin bersama anak saya, saya ingin menemani dia tumbuh. Saya tidak akan pernah berfikir untuk menyerah. Sekuat apapun rasa sakit ini, saya akan terima,\u201d terang Ayu, seraya membelai kepala Khalila, buah hatinya yang selalu berada di sisinya.<\/p>\n<p>Dalam kondisi seperti ini, memangnya Neng Ayu masih punya cita-cita yang ingin digapai?<\/p>\n<p>\u201cAda dong, masa <em>nggak<\/em>. Insya Alloh saya panjang umur, saya akan temani anak saya besar. Hmm\u2026 kalau cita-cita sih, ingin jadi anggota dewan, saya mau konsentrasi untuk pembangunan pelayanan kesehatan, saya banyak sekali pengalaman berharga terkait layanan kesehatan,\u201d pungkas Neng Ayu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Hampir 10 tahun, tepatnya sejak tahun 2007, nyawa perempuan asal Ciamis ini terancam berkali-kali. Tak terhitung berapa kali tubuhnya bercucuran darah. Tak terhitung pula berapa kali ia harus terbaring lemas tanpa bisa melakukan apapun. Bahkan, beberapa kali jantungnya sempat berhenti berdetak! \u201cInsya Alloh saya tidak takut mati, dan saya tidak akan menyerah\u2026,\u201d ujarnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":21317,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[25],"class_list":["post-21316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21316"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21316\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}