{"id":21568,"date":"2016-02-11T19:08:18","date_gmt":"2016-02-11T12:08:18","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=21568"},"modified":"2016-02-11T19:08:18","modified_gmt":"2016-02-11T12:08:18","slug":"21568-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/11\/21568-2\/","title":{"rendered":"Transmigran Garut Mengeluh, Perhatian Pemerintah Minim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA GARUT<\/a>.<\/strong>\u00a0Selama tahun 2015, Kabupaten Garut memberangkatkan 10 orang transmigran ke Buton. Mereka berangkat dengan bekal seadanya, bahkan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, mereka hanya diberikan uang saku sebesar Rp 450.000\/orangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dadang (60) warga kampung Nagrak Kecamatan Tarogong Kaler, sebagai orang tua dari salah satu transmigran \u00a0Garut\u00a0yang berangkat ke Pulau Buton merasa sangat prihatin. Ia mendapat telepon dari anaknya<br \/>\nyang sudah sampai ke tempat tujuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut anaknya Jaenudin, para transmigran dari daerah lain menerima bantuan dari Pemkabnya masing-masing sebesar Rp. 5 juta.ditambah peralatan seperti genset, traktor serta kebutuhan lain selama mereka hidup di sana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah Jaenudin mendengar dari transmigran luar Garut dia menghubungi orang tuanya untuk menanyakan ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dadang menjelaskan dia sudah berusaha menemui Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, namun tidak berhasil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KADINSOS MENGAKUI MEREKA HANYA MEMBEKALI TRANSMIGRAN UANG RP. 450 RIBU,\u00a0DAN PERABOTAN PLASTIK (Baca selanjutnya&#8230;)<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<figure id=\"attachment_21569\" aria-describedby=\"caption-attachment-21569\" style=\"width: 374px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-21569\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/transmirgan-garut-300x200.jpg\" alt=\"Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Dra. Elka Nurhakimah. (foto: yayat\/wp)\" width=\"374\" height=\"249\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-21569\" class=\"wp-caption-text\">Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Dra. Elka Nurhakimah. (foto: yayat\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Dra. Elka Nurhakimah, membenarkan kalau para transmigran asal Garut hanya dibekali uang tunai sebesar Rp 450.000\/orangnya. Selain uang sebesar itu mereka pun diberi bantuan, piring plastik lima buah, cangkir plastik lima buah, lampu senter dan karpet tipis satu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Elka membenarkan kalau daerah lain mungkin saja punya anggaran yang banyak, sementara Garut terbatas. Sehingga pihaknya membatasi warga Garut yang ingin bertransmigrasi keluar. Hal itu selain kurangnya dana dari pemerintah juga sulitnya mencari daerah yang siap menampung para transmigran. <strong>(Yayat Ruhiyat\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT.\u00a0Selama tahun 2015, Kabupaten Garut memberangkatkan 10 orang transmigran ke Buton. Mereka berangkat dengan bekal seadanya, bahkan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, mereka hanya diberikan uang saku sebesar Rp 450.000\/orangnya. Dadang (60) warga kampung Nagrak Kecamatan Tarogong Kaler, sebagai orang tua dari salah satu transmigran \u00a0Garut\u00a0yang berangkat ke Pulau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":21569,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3,4],"class_list":["post-21568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","tag-berita-garut","tag-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21568"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21568\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}