{"id":21571,"date":"2016-02-11T19:34:32","date_gmt":"2016-02-11T12:34:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=21571"},"modified":"2016-02-11T19:34:32","modified_gmt":"2016-02-11T12:34:32","slug":"21571-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/11\/21571-2\/","title":{"rendered":"Siang Tadi Puluhan Preman Tasikmalaya Diburu Aparat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA TASIKMALAYA<\/a><\/strong>.\u00a0Jajaran Sabhara dari Polres Tasikmalaya Kota memburu para preman yang kerap berkeliaran di Kota Tasikmalaya. Aparat menggelar razia preman dadakan di kawasan jalan HZ Mustofa dan Mitra Batik Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (11\/2).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil pengamatan di lapangan, razia preman dadakan tersebut langsung dipimpin Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota, AKP.Dani Prastya. Dengan sigap puluhan lebih personel kepolisian melakukan razia menulusuri jalan-jalan prorokol di kawasan kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para petugas menyisir mulai dari Jalan Mitrabatik, Sutisna Senjaya, HZ Mustofa, dan terminal Pancasila. Bahkan polisi juga melakukan pemeriksaan dan menggeledah seluruh badan para pengamen dan preman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BEBERAPA ORANG YANG DIDUGA PREMAN LARI KOCAR KACIR (Baca selanjutnya&#8230;)<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa orang yang diduga preman maupun penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lari kocar kacir ketika polisi datang menghampiri. &#8220;Hoy! Kamu ngapain di sini! Ada KTP gak?&#8221; tanya polisi ke salah seorang warga yang diduga preman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wajah pria berkemeja ini pun langsung pucat pasi saat ditanyai. &#8220;Saya cuman duduk-duduk doang pak! Jangan ditangkap pak!&#8221; jawab pria yang lengannya dipenuhi tatto ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi pun mencoba memeriksa barang bawaan pria tersebut yang ada di dalam tasnya. Namun, pria ini ragu ketika ingin memperlihatkan isi tasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Udah kamu diem! Sini tasnya! Banyak omong kamu! Cuma diperiksa doang kok!&#8221; tegas salah seorang polisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas pun kembali meminta Kartu Tanda Penduduk pria tersebut. Namun, dirinya hanya geleng-geleng kepala. &#8220;Kata kamu ada barusan! Ya udah ikut! Bawa ke Polres!&#8221; ucap\u00a0 polisi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini polisi masih menggelar razia preman dadakan di Kawasan KotanTasikmalaya.\u00a0 Digelarnya razia tersebut untuk mengurangi angka kriminalistas di Kawasan Kota Tasikamalaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut AKP Dani Prastya, razia ini dalam rangka operasi antik dan akan digelar tiap hari yang tidak ditentukan waktunya. \u201cPada hari ini kita berasil mengamankan sebanyak 18 pengamen yang diduga sebagai pereman,\u201d ujarnya. <strong>(Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.\u00a0Jajaran Sabhara dari Polres Tasikmalaya Kota memburu para preman yang kerap berkeliaran di Kota Tasikmalaya. Aparat menggelar razia preman dadakan di kawasan jalan HZ Mustofa dan Mitra Batik Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (11\/2). Hasil pengamatan di lapangan, razia preman dadakan tersebut langsung dipimpin Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota, AKP.Dani Prastya. Dengan sigap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":21572,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-21571","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21571","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21571"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21571\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}