{"id":21601,"date":"2016-02-12T08:12:39","date_gmt":"2016-02-12T01:12:39","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=21601"},"modified":"2016-02-12T08:12:39","modified_gmt":"2016-02-12T01:12:39","slug":"tiga-makam-di-ciamis-tergusur-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/12\/tiga-makam-di-ciamis-tergusur-longsor\/","title":{"rendered":"Tiga Makam di Ciamis Tergusur Longsor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a>.<\/strong>\u00a0Hujan deras yang terus mengguyur Ciamis telah mengakibatkan terjadinya tanah longsor. Kondisi tanah yang labil menjadi faktor utama penyebab bencana tersebut terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rabu malam (10\/02) sekira pukul 24.00 WIB, bencana tanah longsor terjadi di RT 03 RW 04, Dusun Majaganda, Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng. Akibatnya, tiga buah makan yang berada di lokasi tersebut hilang terbawa longsoran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Informasi terjadinya longsor itu didapatkan dari PJS Kepala Desa Gegempalan, Budi Wahyono. Ia menjelaskan sebelum terjadinya retakan, warga di sekitar lokasi terjadinya longsor sempat merasakan getaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bahkan Budi Wahyono mengatakan, ia mendapat informasi dari kepala dusun setempat jika sebelum tanah tersebut longsor, terjadi retakan tanah di sana.<\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMenurut pak kadus yang kebetulan juga jadi korban longsor, sebelumnya ada retakan di daerah itu. Kemudian sekitar jam 11 malam ia merasakan rumahnya bergerak,\u201d terang Budi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Retakan tanah di darah tersebut sepanjang kurang lebih 150 meter. Dan yang sudah longsor 30 meter. \u201cRetakannya 150 meter. 30 meter yang longsornya. Kedalaman 10 meter,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Budi menjelaskan, kondisi tersebut sangat berpotensi menimbulkan longsor susulan. Dan mengancam tiga rumah dan empat kolam ikan yang ada di dekat lokasi longsoran tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saa ini, warga dan aparat tengah berkonsentrasi mengevakuasi tiga jenazah \u00a0yang terbawa longsor. \u201cAda makam yang terbawa longsor. Diprediksi tinggal tulang belulang. Belum sempat diangkat karena terbawa longsoran, posisinya \u00a0masih di bawah,\u201d paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hari ini, Jumat (12\/02), rencananya warga akan melakukan evakuasi terhadap jenazah yang terbawa longsor. \u201cJumat rencananya kami akan bergotong royong mengevakuasi ketiga jenazah. Bantuan dari BPBD sudah ada beru[a senso untuk memotong pohon-pohon yang terbawa longsor,\u201d pungkasnya. <strong>(Dena A. Kurnia\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Hujan deras yang terus mengguyur Ciamis telah mengakibatkan terjadinya tanah longsor. Kondisi tanah yang labil menjadi faktor utama penyebab bencana tersebut terjadi. Rabu malam (10\/02) sekira pukul 24.00 WIB, bencana tanah longsor terjadi di RT 03 RW 04, Dusun Majaganda, Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng. Akibatnya, tiga buah makan yang berada di lokasi tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":21602,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-21601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21601"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21601\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}