{"id":21672,"date":"2016-02-12T23:31:34","date_gmt":"2016-02-12T16:31:34","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=21672"},"modified":"2016-02-12T23:31:34","modified_gmt":"2016-02-12T16:31:34","slug":"21672-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/12\/21672-2\/","title":{"rendered":"Wakil Bupati Garut Ancam Tutup Kawasan Darajat!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA GARUT<\/a><\/strong>.\u00a0Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman kembali melontarkan ancaman untuk menutup dan menertibkan tempat \u00a0wisata yang melanggar. Ancaman itu ditujukan ke tempat wisata kawasan Puncak Darajat yang berlokasi di Kecamatan Pasir Wangi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Helmi, aktivitas di kawasan wisata Darajat tersebut dinilai berbahaya karena rawan terhadap bencana longsor. Dengan demikian, kawasan tersebut sudah tak lagi aman bagi aktivitas wisata masyarakat. &#8220;Ini tidak bisa dibiarkan terus dan harus segera dilakukan tindakan tegas dengan cara penertiban dan penutupan. Jika tidak, maka hal ini dapat mengancam keselamtan karena tingginya ancaman bencana longsor,&#8221; ujar Helmi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikatakan Wabup, saat ini kondisi alam di kawasan Darajat sudah rusak bahkan di sejumlah\u00a0 kawasan sudah terjadi longsor. Di samping itu, diakuinya bahwa pihaknya selama ini telah sering mendapatkan keluhan dari masyarakat setempat yang merasa terganggu karena parahnya kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Permasalahan-permasalahan seperti itu sudah menjadi tanggung jawab bersama, untuk itu Wabup menilai perlu adanya kesadaran masyarakat yang nyata agar kondisi di kawasan tersebut menjadi lebih tertib sehingga adanya ancaman bahaya bencana bisa dihindari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Rencana penutupan masih dipertimbangkan (halaman selanjutnya&#8230;)<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akan tetapi tegasnya, pihak Pemkab Garut sendiri harus lebih mengedepankan pertimbangan-pertimbangan. Sebab sekarang ini Kawasan Darajat sudah menjadi tempat wisata umum yang\u00a0 beroperasi sejak lama. Oleh karenanya, Pemkab Garut menunggu kajian dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan juga Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan sebelum melakukan penertiban dan penutupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kajian yang ada saat ini, menurut Helmi masih bersifat parsial melalui tim yang turun untuk observasi dan penelitian kawasan lapangan area Darajat. Jadi, untuk menutup sejumlah tempat wisata yang melanggar\u00a0harus ada rekomendasi yang lengkap. &#8220;Untuk pelaksanaan penertiban, kami telah membentuk panitia khusus\u00a0penertiban tempat wisata tersebut yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai instansi penegak Peraturan Daerah Kabupaten Garut. Jika tak segera ditertibkan, kami khawatir di daerah ini tempat wisatanya\u00a0kian marak sehingga tingkat kerusakan lingkungannya pun kian parah,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terpisah, Kasi Perencanaan Bidang Tata Ruang pada Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Garut, Cep Ayi Fitriana, menjelaskan dari hasil kajian dan observasi lapangan, rata-rata kondisi tempat wisata yang saat ini berkembang bertolak belakang dengan kaidah fungsi lindung, karena banyak yang membuat penampungan air-air panas yang seharusnya tidak ada. Melihat kondisi seperti ini, Ayi mendorong\u00a0adanya penegasan atau setidaknya penyesuaian dengan aturan-aturan yang berlaku seiring dengan pesatnya kegiatan pariwisata. Yang dikhawatirkan pengembangan tempat wisata nantinya semakin merambah dan\u00a0masuk ke kawasan atau wilayah panas bumi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Hasil tinjauan kami di lapangan, ada kawasan wisata yang saat ini berada di jaringan pipa panas bumi yang seharusnya tidak diperkenankan. Di penataan sekarang harus ditentukan tujuan penataan ruangnya di mana mewujudkan Kecamatan Pasirwangi sebagai kawasan strategis panas bumi dan kawasan lindung yang \u00a0didukung oleh pengembangan agribisnis dan pariwisata yang berwawasan lingkungan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengacu pada laporan hasil pemeriksaan tim tanggap darurat bencana gerakan tanah di Kecamatan Pasirwangi oleh PVMBG, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Djakaria menjelaskan, kawasan tersebut rawan pergerakan tanah yang dapat menyebabkan erosi lateral Sungai Cibokor dan berpotensi banjir bandang. Bahkan selama ini sudah terjadi beberapa kejadian bencana longsor di dua desa di kawasan objek wisata Darajat ini. <strong>(Yayat Ruhiyat\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT.\u00a0Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman kembali melontarkan ancaman untuk menutup dan menertibkan tempat \u00a0wisata yang melanggar. Ancaman itu ditujukan ke tempat wisata kawasan Puncak Darajat yang berlokasi di Kecamatan Pasir Wangi. Menurut Helmi, aktivitas di kawasan wisata Darajat tersebut dinilai berbahaya karena rawan terhadap bencana longsor. Dengan demikian, kawasan tersebut sudah tak lagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":21673,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3,4],"class_list":["post-21672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","tag-berita-garut","tag-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21672"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21672\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}