{"id":21940,"date":"2016-02-17T14:52:12","date_gmt":"2016-02-17T07:52:12","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=21940"},"modified":"2016-02-17T14:52:12","modified_gmt":"2016-02-17T07:52:12","slug":"penemuan-mayat-tanpa-identitas-di-ciamis-sedot-perhatian-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/17\/penemuan-mayat-tanpa-identitas-di-ciamis-sedot-perhatian-warga\/","title":{"rendered":"Penemuan Mayat Tanpa Identitas di Ciamis Sedot Perhatian Warga"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Pagi tadi, Rabu (17\/02) warga Ciamis digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas. Warga dan petugas yang mendatangi TKP menemukan beberapa luka di tubuh korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mayat laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh Uus Kusnadi (55), warga setempat. Saat itu sekitar pukul 05.30 WIB ia hendak membetulkan saluran air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Uus pun menelusuri saluran air yang menuju rumahnya. Kemudian Uus\u00a0menemukan adanya selang yang bocor di dekat gorong-gorong.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika akan membetulkan selang yang bocor itulah ia dikagetkan dengan adanya sesosok mayat yang berada di dalam gorong-gorong. Ia pun segera melaporkan penemuan mayat tersebut kepada warga dan aparat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>DITEMUKAN BEKAS JERATAN DI LEHER KORBAN DAN LIDAH MENJULUR (Halaman selanjutnya&#8230;)<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas dibenarkan oleh aparat setempat, Cecep Saeful Rohman (33). \u201c Betul tadi yang menemukan mayat tersebut warga kami, Pak Uus Kusnadi. Saat itu dia akan membetulkan saluran air karena tidak mengalir ke rumahnya. Tapi saat akan membetulkan selang yang bocor, dia melihat ada mayat di gorong-gorong. Kejadiannya sekitar pukul 05.30, lokasi penemuan sekitar 500 meter dari rumah Pak Uus\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cecep juga menjelaskan, diduga mayat meninggal kurang dari 24 jam sebelum ditemukan. Pasalnya mayat masih dalam keadaan segar, belum mengelurakan bau busuk ataupun bengkak.<\/p>\n<figure id=\"attachment_21946\" aria-describedby=\"caption-attachment-21946\" style=\"width: 384px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-21946\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/temu-mayat-2-300x190.png\" alt=\"Mayat lelaki tanpa identitas yang ditemukan di daerah blok Kopeng, Dusun Cimara, RT 49 RW 16 Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. (foto: dena a. wp)\" width=\"384\" height=\"243\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-21946\" class=\"wp-caption-text\">Mayat lelaki tanpa identitas yang ditemukan di daerah blok Kopeng, Dusun Cimara, RT 49 RW 16 Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis. (foto: dena a. wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, masih menurut Cecep, terdapat beberapa luka di tubuh korban. \u201cSaat tadi warga dan petugas dari kesehatan dan kepolisian memeriksa korban, ada tanda-tanda kekerasan terhadap mayat. Luka memar pada kepala sebelah kiri, hidung dan telinga sebelah kiri keluar darah, lidah menjulur keluar, bekas jeratan tali pada bagian leher, kedua pergelangan tangan, dan kedua pergelangan kaki,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>INI CIRI-CIRI KORBAN (Halaman selanjutnya&#8230;)<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cecep menambahkan, korban diperkirakan berumur 35 tahun, dengan ciri ciri rambut lurus, kulit sawo matang, tinggi 165 cm, pada bagian punggung bertato, kedua tangan bertato, dan kaki sebelah kanan bertato. Saat ditemukan korban dalam keadaan tidak mengenakan baju dan memakai celana pendek loreng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban ditemukan di dalam gorong-gorong, yang berada pinggir jalan Sukamantri-Majalengka. Tepatnya di blok Kopeng, Dusun Cimara, RT 49 RW 16 Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cecep pun menegaskan jika korban bukan merupakan warganya. Pasalnya tak ada yang mengenalinya. Diduga korban sengaja dibuang ke lokasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>LOKASI RAWAN PEMBUANGAN MAYAT (Halaman selanjutnya&#8230;)<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait penemuan mayat tersebut, Dudung Bajrudin Permana, Sekretaris Desa Cibeureum, \u00a0mengatakan jika lokasi itu memang rawan pembuangan mayat. Warga kerap menemukan mayat di wilayah perbatasan Kabupaten Ciamis dan Majalengka tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSejak dulu memang daerah itu dikenal tempat pembuangan mayat. Dulu sering sekali ditemukan mayat di sana. Bukan warga sekitar, biasanya memang orang sengaja membuang mayat ke sana,\u201d jelas Dudung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ciamis, \u00a0AKP Roland, menghimbau kepada warga yang merasa mengenali ciri-ciri korban atau merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke Polres Ciamis atau Polsek setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kini mayat lelaki tanpa identitas tersebut berada di Kamar Mayat RSUD Ciamis. <strong>(Dena A. Kurnia\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Pagi tadi, Rabu (17\/02) warga Ciamis digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas. Warga dan petugas yang mendatangi TKP menemukan beberapa luka di tubuh korban. Mayat laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh Uus Kusnadi (55), warga setempat. Saat itu sekitar pukul 05.30 WIB ia hendak membetulkan saluran air. Uus pun menelusuri saluran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":21947,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-21940","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21940"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21940\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}