{"id":22164,"date":"2016-02-20T22:01:43","date_gmt":"2016-02-20T15:01:43","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=22164"},"modified":"2016-02-20T22:01:43","modified_gmt":"2016-02-20T15:01:43","slug":"siang-tadi-perawat-rsud-ciamis-mogok-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/20\/siang-tadi-perawat-rsud-ciamis-mogok-kerja\/","title":{"rendered":"Siang Tadi Perawat RSUD Ciamis Mogok Kerja"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis menggelar aksi mogok kerja, Sabtu (20\/02) pukul 11.00 WIB. Mereka menolak keputusan pihak manajemen RSUD Ciamis yang merotasi perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke Ruang Rawat Inap.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut salah satu perawat Ruang IGD, Eep Saeful menjelaskan, rotasi yang dilakukan pihak manajemen RSUD Ciamis merupakan keputusan sepihak.<\/p>\n<figure id=\"attachment_22176\" aria-describedby=\"caption-attachment-22176\" style=\"width: 398px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-22176\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/perawat-rsud-ciamis-300x200.png\" alt=\"Diskusi Perawat IGD RSUD Ciamis sebelum menggelar Audiensi dengan pihak manajemen RSUD Ciamis. (foto: rizal\/wp)\" width=\"398\" height=\"265\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-22176\" class=\"wp-caption-text\">Diskusi Perawat IGD RSUD Ciamis sebelum menggelar Audiensi dengan pihak manajemen RSUD Ciamis. (foto: rizal\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cRotasi yang dilakukan pihak manajemen RSUD Ciamis dilakukan secara sepihak. Tidak ada koordinasi dan komunikasi dengan kami sebelumnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p><strong>ROTASI PERAWAT RSUD MENGHAMBAT PELAYANAN DI IGD (Halaman selanjutnya&#8230;)<\/strong><br \/>\n<!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menjelaskan, alasan lain yang mendasari penolakan rotasi adalah kurangnya perawat Ruang IGD yang akan mempengaruhi pada pelayanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cRuang IGD itu membutuhkan tenaga ekstra. Tapi pihak manajemen RSUD Ciamis malah memindahkan enam orang dari sini,\u201d jelas salah seorang perawat, Eep Saeful.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Eep menjelaskan, IGD merupakan ruang pertama yang dimasuki orang yang memerlukan pelayanan medis. Sehingga Ruang IGD harus punya jumlah tenaga perawat yang memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKetika mereka (enam perawat IGD) ditarik dari IGD pelayanan kita menjadi berkurang. Kami tidak ingin hal itu terjadi sehingga jumlah perawat harus cukup dan layak,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BEGINI PENJELASAN PIHAK MANAJEMEN (Halaman selanjutnya&#8230;)<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Deni, salah seorang staf bagian pelayanan keperawatan RSUD Ciamis menjelaskan, bahwa rotasi merupakan suatu kebijakan yang biasa dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Hal tersebut merupakan keputusan mutlak yang dikeluarkan oleh Direktur RSUD Ciamis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDilakukan rotasi itu supaya ada penyegaran di antara pegawai. Itu pun (keputusan rotasi) sudah dengan pertimbangan segala hal. Sehingga keputusan itu dibuat bukan dengan asal-asalan,\u201d jelasnya. <strong>(Rizal Nurdiana\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis menggelar aksi mogok kerja, Sabtu (20\/02) pukul 11.00 WIB. Mereka menolak keputusan pihak manajemen RSUD Ciamis yang merotasi perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke Ruang Rawat Inap. Menurut salah satu perawat Ruang IGD, Eep Saeful menjelaskan, rotasi yang dilakukan pihak manajemen RSUD Ciamis merupakan keputusan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":22176,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25,777],"class_list":["post-22164","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis","tag-rsud-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22164"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22164\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}