{"id":22556,"date":"2016-02-27T13:21:07","date_gmt":"2016-02-27T06:21:07","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=22556"},"modified":"2016-02-27T13:21:07","modified_gmt":"2016-02-27T06:21:07","slug":"penemuan-bayi-di-garut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/02\/27\/penemuan-bayi-di-garut\/","title":{"rendered":"Penemuan Bayi di Garut, Kali Ini dalam Kardus di Dekat Bak Sampah"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA GARUT<\/a>.<\/strong>\u00a0Sungguh tega dan biadab, seorang ibu membuang bayinya sendiri dengan dibungkus sebuah kardus bekas minuman. Bayi yang dibuang itu diperkirakan baru saja dilahirkan, sebab masih ada tali ari-arinya. Diperkirakan bayi tersebut belum lama dibuangnya. <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Penemuan bayi di Garut<\/a> ini sontak membuat warga geger.<\/p>\n<p>Adalah Wawan (55), yang pertama kali menemukan bayi itu, setelah pulang shalat Jumat. Dia mendengar seperti ada suara tangisan bayi dekat bak sampah di Komplek Perumahan Paseban, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kaler.<\/p>\n<p>Menurut Wawan, bayi tersebut ditemukan di dekat bak sampah di dalam kardus bekas minuman. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Yanto, yang juga penduduk Komplek Paseban.<\/p>\n<p>&#8220;Bayi ini ditemukan Pak Wawan ketika dia pulang Jumatan sekitar pukul 12.30 WIB. Dia mendengar suara tangisan bayi dan ketika diperiksa, di dekat tong sampah ada sebuah kardus bekas minuman mineral yang di dalamnya ada bayi.&#8221;<\/p>\n<p>Menurut\u00a0Yanto, lokasi <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">penemuan bayi di Garut<\/a> tersebut berada di kawasan Blok D Komplek Paseban. Di daerah itu memang ada sebuah tong sampah yang lokasinya tak jauh dari\u00a0permukiman warga.<\/p>\n<p>Wawan yang menemukan pertama bayi tersebut, langsung membawanya dan menemui Ketua RT setempat setelah terlebih dahulu menutupi bayi malang itu dengan sajadahnya. Sebab saatditemukan, tubuh bayi malang itu hanya dibalut oleh sehelai kain sarung.<\/p>\n<p>Tak lama kemudian, berita penemuan bayi di Garut itu\u00a0langsung menyebar ke warga lainnya. Tak heran kalau kemudian banyak warga berdatangan ke rumah Yanto untuk melihat bayi tersebut secara langsung.<\/p>\n<p><strong>ALHAMDULILLAH&#8230; NYAWA BAYI MUNGIL ITU BERHASIL DISELAMATKAN (Halaman selanjutnya&#8230;)<\/strong><br \/>\n<!--nextpage--><br \/>\nDari rumah Yanto, bayi malang itu kemudian dibawa ke rumah Nenden Nuraeni, bidan yang juga merupakan warga komplek tersebut.\u00a0Sesampainya di rumah Nenden, tubuh bayi berjenis kelamin laki-laki itu langsung dibersihkan dari kotoran yang menempel. Setelah bersih, sang bayi langsung dimasukan ke dalam inkubator.<\/p>\n<p>Menurut Nenden, bayi tersebut diperkirakan baru berumur dua hari. Beruntung, bayi ditemukan masih dalam kondisi hidup bahkan sehat. Karena ari-ari yang menempel pada tubuh bayi tersebut sudah kering, Nenden pun langsung memotongnya.<\/p>\n<p>&#8220;Tadi tubuh bayi itu langsung kita bersihkan dulu karena terdapat kotoran yang sudah mengering. Plasenta yang masih menempel di tubuhnya pun sudah mengeluarkan bau tak sedap,&#8221; kata Nenden.<\/p>\n<p>Sebelum dibuang, tutur Nenden, diperkirakan tubuh bayi ini sempat dibersihakan dulu oleh ibunya. Hal ini terlihat dari tubuh bayi yang sudah bersih dari darah persalinan.<\/p>\n<p>Ketua Bidang Advokasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta K. Wijaya, menuturkan lokasi pembuangan bayi tak jauh dari sekretariat P2TP2A yang juga berada di komplek yang sama. Diakui Nitta, pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk segera mencari keberadaan orangtua bayi itu.<\/p>\n<p>&#8220;Tadi sudah saya kontak polisi dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke sini. Kami minta polisi untuk mengusut dan mencari keberadaan orangtua bayi ini dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,&#8221; komentar Nitta.<\/p>\n<p>Nitta mengaku sangat menyesalkan perbuatan orangtua bayi yang telah tega membuang anaknya sendiri. Dia menduga kelahiran bayi ini di luar keinginan orangtuanya sehingga tak lama setelah lahir bayi pun langsung dibuang.<\/p>\n<p>Demi keselamatan bayi tersebut, tambah Nitta, untuk sementara\u00a0dititipkan di bidan. Melihat kondisinya, saat ini bayi memang dalam keadaan sehat akan tetapi bidan masih terus memeriksa dan merawatnya. <strong>(Yayat Ruhiyat\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT.\u00a0Sungguh tega dan biadab, seorang ibu membuang bayinya sendiri dengan dibungkus sebuah kardus bekas minuman. Bayi yang dibuang itu diperkirakan baru saja dilahirkan, sebab masih ada tali ari-arinya. Diperkirakan bayi tersebut belum lama dibuangnya. Penemuan bayi di Garut ini sontak membuat warga geger. Adalah Wawan (55), yang pertama kali menemukan bayi itu, setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":22557,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3,4],"class_list":["post-22556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","tag-berita-garut","tag-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22556\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}