{"id":23006,"date":"2016-03-04T23:20:18","date_gmt":"2016-03-04T16:20:18","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=23006"},"modified":"2017-10-30T13:07:22","modified_gmt":"2017-10-30T06:07:22","slug":"geger-siswi-smp-garut-melahirkan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/03\/04\/geger-siswi-smp-garut-melahirkan-sekolah\/","title":{"rendered":"Parah! Siswi SMP di Garut Melahirkan di Sekolah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA GARUT<\/a><\/strong>.\u00a0Wajah Dinas Pendidikan Kabupaten Garut kembali tercoreng untuk yang kesekian kalinya. Sebelumnya seorang siswa SMP melakukan pelecehan seksual terhadap belasan siswa SD, Lalu sekarang muncul lagi berita seorang siswi SMP melahirkan. Bahkan informas yang dihimpun Warta Priangan, siswi tersebut melahirkanya di sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa yang menghebohkan warga masyarakat Garut dan sekalugus menampar muka Dinas Pendidikan Kabupaten Garut ini diduga terjadi pada 24 Februari 2016 yang lalu. Namun kejadian tersebut baru diketahui\u00a0warga secara luas lewat dunia maya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang sampai saat ini informasi tempat melahirkan siswi tersebut masih simpang siur. Beberapa pihak menyebutkan siswi tersebut melahirkan di rumah sakit, sementara pihak lain menyatakan siswi ini\u00a0melahirkan di sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>DINAS PENDIDIKAN MEMBANTAH (Halaman selanjutnya&#8230;)\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Garut, membantah bila siswi yang bersekolah di wilayah Kecamatan Garut Kota tersebut melahirkan di sekolah. Dari informasi yang ia terima, remaja perempuan yang masih duduk di bangku kelas IX SMP itu melahirkan di rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Anak tersebut melahirkan di rumah sakit, bukan di sekolah. Memang tanda-tanda akan melahirkan ini sudah terlihat saat mengikuti kegiatan di sekolah,&#8221; tutur sumber tersebut dalam kondisi anonim, Jumat (4\/3).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia memaparkan, kronologi peristiwa itu dimulai saat siswi ini mengikuti kegiatan les di sekolahnya. Pihak sekolah, tambahnya, membujuk siswi ini untuk mengikuti les menghadapi ujian karena ia telah lama bolos. Karena khawatir sebentar lagi ujian, kepala sekolahnya membujuk siswi ini agar mau ikut les. \u201cHingga pada akhirnya anak itu menunjukan ciri seperti akan melahirkan dengan bolak-balik ke kamar kecil, sampai mengeluarkan darah,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak sekolah pun mengantar siswi ini ke rumah sakit. &#8220;Melahirkannya di rumah sakit, jadi bukan di sekolah. Perlu ditekankan, sebelum kejadian itu kepala sekolah dan guru-gurunya tidak tahu jika anak didik mereka sedang hamil. Kalau tahu hamil dan akan melahirkan, mana mungkin dia dibujuk untuk ikut les,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>P2TP2A MENDENGAR INFORMASI SISWI TERSEBUT BENAR MELAHIRKAN DI SEKOLAH\u00a0 (Halaman selanjutnya&#8230;)\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tempat terpisah, Ketua Bidang Advokasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut, Nitta Kusnia Widjaja, mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Wanita yang akrab\u00a0disapa Bunda Nitta ini menyatakan kabar itu sebagai bukti dari merosotnya peran orang tua.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Yang saya dengar anak itu melahirkan saat ikut suatu kegiatan tertentu di sekolahnya. Ini kejadian yang sangat luar biasa. Ada anak di bawah umur, masih SMP, melahirkan di sekolah pula. Bagaimana dengan\u00a0orang tua dari anak itu? Jika demikian adanya, peran orang tua dalam keluarganya sangat lemah,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Semestinya, lanjut Nitta, orang tua melakukan pengawasan terhadap setiap pergaulan anak-anaknya. Ia membenarkan bila pergaulan remaja dan kecanggihan teknologi telah memberikan dampak buruk bagi generasi muda di Kabupaten Garut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nita meminta pihak sekolah dan instansi terkait memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Nitta pun berjanji akan membawa kasus siswi melahirkan ini untuk dikonsultasikan ke Komnas Perlindungan Anak\u00a0Indonesia (KPAI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Senin awal pekan depan kasus tersebut akan jadi agenda kami untuk konsultasi dengan pihak-pihak terkait di Jakarta. Termasuk kasus anak pelaku sodomi. Khusus untuk siswi yang melahirkan itu, dia juga harus mendapat bimbingan psikologi. Kami akan kunjungi dia dengan membawa psikolog. Kami harus tahu dia untuk melindungi masa depannya,&#8221; paparnya. <strong>(Yayat Ruhiyat\/WP)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Baca juga:<\/strong><\/span><\/p>\n<h2 class=\"post-box-title\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/astaghfirulloh-siswa-smp-di-garut-sodomi-15-anak\/22714\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Astaghfirulloh\u2026 Siswa SMP di Garut Sodomi 15 Anak<\/a><\/h2>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT.\u00a0Wajah Dinas Pendidikan Kabupaten Garut kembali tercoreng untuk yang kesekian kalinya. Sebelumnya seorang siswa SMP melakukan pelecehan seksual terhadap belasan siswa SD, Lalu sekarang muncul lagi berita seorang siswi SMP melahirkan. Bahkan informas yang dihimpun Warta Priangan, siswi tersebut melahirkanya di sekolah. Peristiwa yang menghebohkan warga masyarakat Garut dan sekalugus menampar muka Dinas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":2681,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3,4],"class_list":["post-23006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","tag-berita-garut","tag-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23006"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23006\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}