{"id":23143,"date":"2016-03-07T22:18:48","date_gmt":"2016-03-07T15:18:48","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=23143"},"modified":"2017-10-30T13:02:07","modified_gmt":"2017-10-30T06:02:07","slug":"akses-jalan-penghubung-dua-desa-garut-putus-akibat-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/03\/07\/akses-jalan-penghubung-dua-desa-garut-putus-akibat-longsor\/","title":{"rendered":"Akses Jalan Penghubung Dua Desa di Garut Putus Akibat Longsor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-garut\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA GARUT<\/a><\/strong>.\u00a0Longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Garut. Kali ini musibah longsor menimpa dua desa di Kecamatan\u00a0Karang Tengah, bencana ini menyebabkan akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut terputus akibat tertimbun material longsor. Sehingga aktivitas masyarakat di dua desa tersebut terganggu sampai saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Longsor terjadi pada tebing setinggi 70 meter di Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, tepatnya di kawasan Kampung Pasantren.\u00a0 Akibat hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Garut beberapa pekan ini,\u00a0sehingga mengakibatkan tebing setinggi lebih dari\u00a0 70\u00a0 meter ini longsor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut beberapa orang warga, tebing itu longsor pada hari Minggu (06\/02) sekitar pukul 19.30 WIB. Dan sebelumnya hujan deras mengguyur Kecamatan Karangtengah sejak siang. Demikian dikatakan warga setempat, Agus (42).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Agus, akses jalan yang terputus adalah menuju Desa Cinta dan Desa Cintamanik. Mengingat jalan tersebut merupakan akses utama, hal ini tentu saja cukup merepotkan warga dalam beraktivitas. Dikatakan\u00a0Agus, warga sekitar sempat melakukan gotong royong membersihkan material longosan tebing dengan alat alat ala kadarnya. Namun material longsoran tersebut jumlahnya sangat banyak, sehingga warga sekitar\u00a0tidak mampu membersihkanya secara tuntas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diterangkan Agus, usaha warga yang bergotong royong membersihkan material longsoran terlihat hasilnya. Walaupun badan jalan belum terbuka seutuhnya, tapi kendaraan roda dua sudah bisa masuk. Sementara roda empat masih belum bisa melewati jalan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cInsya Allah besok material longsoran tersebut sudah bisa dibersihkan, dan diharapkan sudah bisa normal\u00a0dilalui kendaraan roda empat,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih jauh Agus menerangkan, selain menutupi badan jalan, longsor di daerah tersebut juga telah mengancam sedikitnya tiga rumah warga. Bahkan salah satu batu benteng\u00a0 rumah yang tak jauh dari lokasi longsoran telah ambruk akibat kontruksi tanah yang labil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari pantauan Warta Priangan, hingga berita ini diturunkan belum ada petugas dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut meninjau lokasi longsor. <strong>(Yayat Ruhiyat\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT.\u00a0Longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Garut. Kali ini musibah longsor menimpa dua desa di Kecamatan\u00a0Karang Tengah, bencana ini menyebabkan akses jalan yang menghubungkan dua desa tersebut terputus akibat tertimbun material longsor. Sehingga aktivitas masyarakat di dua desa tersebut terganggu sampai saat ini. Longsor terjadi pada tebing setinggi 70 meter di Desa Cinta, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":19600,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3,4],"class_list":["post-23143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","tag-berita-garut","tag-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23143"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23143\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}