{"id":23228,"date":"2016-03-09T10:35:54","date_gmt":"2016-03-09T03:35:54","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=23228"},"modified":"2017-10-30T13:01:34","modified_gmt":"2017-10-30T06:01:34","slug":"begini-antusiasnya-warga-tasik-saksikan-gmt-kamera-lubang-jarum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/03\/09\/begini-antusiasnya-warga-tasik-saksikan-gmt-kamera-lubang-jarum\/","title":{"rendered":"Begini Antusiasnya Warga Tasik Saksikan GMT dari Kamera Lubang Jarum"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA TASIKMALAYA<\/a><\/strong>.\u00a0Berbagai cara dilakukan warga untuk menyaksikan fenomena alam gerhana matahari total (GMT) yang terjadi hanya 350 tahun sekali. Seperti yang dilakukan warga Tasikmalaya, mereka dengan menggunakan <em>pin hole<\/em> atau kamera lobang jarum yang dibuat sendiri antusias \u00a0menyaksikan gerhana meski hanya 60 persen saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah melakukan dzikir dan shalat gerhana di Masjid Agung Tasikmalaya, Jalan HZ Mustofa, warga berhamburan keluar untuk menyaksikan proses gerhana matahari total sekitar pukul 07.40 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk dapat menyaksikan gerhana matahari total, warga telah menyiapkan kamera lubang jarung dari rumah masing-masing. Alat tersebut sengaja mereka buat sendiri dari bahan kardus yang dilubangi sebesar lubang jarum.<\/p>\n<figure id=\"attachment_23229\" aria-describedby=\"caption-attachment-23229\" style=\"width: 465px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-23229\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/warga-tasik-saksikan-gerhana-matahari-300x200.png\" alt=\"Warga Tasikmalaya tengah menyaksikan gerhana matahari total dari kamera lubang jarum. (foto: andri\/wp)\" width=\"465\" height=\"310\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-23229\" class=\"wp-caption-text\">Warga Tasikmalaya tengah menyaksikan gerhana matahari total dari kamera lubang jarum. (foto: andri\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian warga menyaksikan dengan kacamata khusus untuk melihat gerhana. Bahkan sebagian berusaha melihat gerhana dari atap masjid agung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni namanya proyeksi lubang jarum di mana nanti seperti proyektor OHP gitu. Nanti cahaya matahari masuk ke lubang kecil ini nanti diproyeksikan ke layar yang di bawah. Ada terlihat jelas banget tadi waktu proses masuk keluar bulan,\u201d jelas Pipit Rahayu (30), warga Cicariang Kota Tasikmalaya. <strong>(Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.\u00a0Berbagai cara dilakukan warga untuk menyaksikan fenomena alam gerhana matahari total (GMT) yang terjadi hanya 350 tahun sekali. Seperti yang dilakukan warga Tasikmalaya, mereka dengan menggunakan pin hole atau kamera lobang jarum yang dibuat sendiri antusias \u00a0menyaksikan gerhana meski hanya 60 persen saja. Setelah melakukan dzikir dan shalat gerhana di Masjid Agung Tasikmalaya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":23229,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-23228","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23228"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23228\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}