{"id":23627,"date":"2016-03-15T14:10:40","date_gmt":"2016-03-15T07:10:40","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=23627"},"modified":"2017-10-30T12:44:54","modified_gmt":"2017-10-30T05:44:54","slug":"dua-kecamatan-diajukan-jadi-pintu-tol-cileunyi-tasikmalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/03\/15\/dua-kecamatan-diajukan-jadi-pintu-tol-cileunyi-tasikmalaya\/","title":{"rendered":"Ini Rencana Lokasi Pintu Tol Cileunyi-Tasikmalaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA TASIKMALAYA<\/a>,<\/strong> Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengajukan dua pintu Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) di Kecamatan Ciawi dan Rajapolah untuk mendongkrak perekonomian di dua daerah itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Pemerintah provinsi sempat menanyakan pintu masuk dan keluar jalan Tol Cigatas, lalu Pemkab Tasikmalaya mengajukannya,&#8221; kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tasikmalaya, Yusef Yustisia Wandana kepada wartawan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menuturkan Pemerintah Provinsi Jabar dan pusat telah menyusun program pembangunan jalan tol tersebut untuk menumbuhkan perekonomian di wilayah timur Jawa Barat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, keberadaan tol itu akan mendorong perusahaan untuk datang berinvestasi ke wilayah Tasikmalaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Perusahaan-perusahaan bisa mengarah ke Tasikmalaya untuk berinvestasi, kami akan menangkap peluang itu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap dapat dibuka dua pintu tol di Kabupaten Tasikmalaya sehingga dapat menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika hanya satu pintu yakni seperti direncanakan di Rajapolah, kata dia, maka Kecamatan Ciawi yang hanya dilewati tidak akan terdampak dari tol tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Jika pintu tol hanya ada di Rajapolah saja, Ciawi tidak akan terlalu berkembang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila usulan tersebut disetujui, Yusep berharap pintu Tol Ciawi tidak jauh dari Jalan Ciawi &#8211; Singaparna (Cisinga) yang menghubungkan dengan ibu kota Kabupaten Tasikmalaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat dari Singaparna, kata dia, akan mudah menjangkau jalan tol untuk menuju Bandung maupun sebaliknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau pintu di Rajapolah akan lebih banyak kendaraan tujuan Ciamis dan Banjar lalu Jawa Tengah,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan panjang tol di wilayah Kabupaten Tasikmalaya sekitar 22 km dari mulai perbatasan Malangbong, Kabupaten Garut hingga Rajapolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Berdasarkan informasi, jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya tuntas tahun 2019,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Sumber: Inilahkoran<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengajukan dua pintu Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) di Kecamatan Ciawi dan Rajapolah untuk mendongkrak perekonomian di dua daerah itu. &#8220;Pemerintah provinsi sempat menanyakan pintu masuk dan keluar jalan Tol Cigatas, lalu Pemkab Tasikmalaya mengajukannya,&#8221; kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tasikmalaya, Yusef Yustisia Wandana kepada wartawan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":20787,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-23627","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23627"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23627\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}