{"id":23640,"date":"2016-03-15T16:36:56","date_gmt":"2016-03-15T09:36:56","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=23640"},"modified":"2017-10-30T13:05:36","modified_gmt":"2017-10-30T06:05:36","slug":"7-profesi-paling-aneh-tapi-gajinya-menggiurkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/03\/15\/7-profesi-paling-aneh-tapi-gajinya-menggiurkan\/","title":{"rendered":"7 Profesi Paling Aneh Tapi Gajinya Menggiurkan"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/inspiratif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">BERITA INSPIRATIF<\/a><\/strong>. Memiliki pekerjaan idaman dengan pendapatan yang tinggi adalah idaman setiap orang. \u00a0Profesi yang paling banyak diincar biasanya adalah karyawan\u00a0perusahaan\u00a0multinasional, pengacara, pegawai lembaga keuangan seperti bank atau asuransi, dan banyak jenis pekerjaan\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Dengan profesi tersebut, \u00a0banyak orang berharap\u00a0pekerjaannya relatif nyaman. Mereka punlebih banyak diam di kantor, tidak banyak mengandalkan tenaga\/fisik,\u00a0\u00a0fasilitas lengkap, jam kerja normal, mendapat tunjangan dan kenaikan pangkat.<\/p>\n<p>Namun tak banyak yang tahu bila di dunia ini ternyata ada profesi-profesi aneh yang menghasilkan jumlah pendapatan menggiurkan. \u00a0Beberapa pekerjaan ini bisa\u00a0dibilang tidak normal. \u00a0Selain itu, \u00a0masih jarang yang mau melakukannya karena profesi ini memiliki tantangan tersendiri bagi pelakunya.<\/p>\n<p>Berikut ini adalah tujuh jenis pekerjaan di dunia yang tak lazim, namun gajinya cukup tinggi :<\/p>\n<p><strong>1.Tukang Cium Ketiak<\/strong><\/p>\n<p>Pekerja bertugas mencium bau ketiak relawan uji coba. Mereka mencatat data dari aroma keringat serta hal lainnya.<\/p>\n<p>Biasanya data diolah untuk membuat resep kosmetik atau deodoran. Profesi ini biasanya dilakukan di pabrik kosmetika produsen deodoran. Juga, di laboratorium riset kedokteran.<\/p>\n<p>Gaji tukang cium ketiak ini konon bisa mencapai Rp 56 juta per bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>HALAMAN SELANJUTNYA&#8230;&gt;&gt;<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><br \/>\n<strong>2. Pencium Kentut<\/strong><\/p>\n<p>Boleh coba profesi ini! Mirip pencium ketiak, tapi ini mencium bau kentut untuk tujuan medis.<\/p>\n<p>Bau gas yang keluar dari lambung dan saluran pencernaan bisa mengindikasikan beragam penyakit.<\/p>\n<p>Dengan data bau kentut, diagnosa bisa ditegakkan dan terapi dilakukan.<\/p>\n<p>Pakar di bidang ini digaji sekitar Rp 45 juta sebulan.<\/p>\n<p><strong>3. Inspektur Saluran Limbah<\/strong><\/p>\n<p>Inspektur bertugas memeriksa gorong-gorong, yang di negara maju biasanya berdiameter cukup besar.<\/p>\n<p>Mereka mendata penyumbatan, pencemaran atau juga material ilegal yang dibuang ke saluran limbah.<\/p>\n<p>Risikonya tentu saja para inspektur harus mencium bau tak sedap dari limbah rumah tangga dan kotoran manusia di gorong-gorong.<\/p>\n<p>Gaji mereka antara Rp 39 juta hingga Rp 67 juta per bulan.<\/p>\n<p><strong>4. Pengetes Makanan Hewan<\/strong><\/p>\n<p>Biasanya yang dites adalah makanan hewan kesayangan seperti anjing dan kucing.<\/p>\n<p>Mereka harus menguji rasa, tekstur atau aroma pakan anjing dan kucing. Memang tak perlu menelannya.<\/p>\n<p>Profesi ini bergaji sekitar Rp 45 juta per bulan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>HALAMAN SELANJUTNYA&#8230;&gt;&gt;<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><br \/>\n<strong>5. Pencoba Makanan Tak Lazim<\/strong><\/p>\n<p>Mereka bertugas mengetes makanan yang dianggap tak lazim. Seperti belalang, jangkrik, kepik dan sebagainya.<\/p>\n<p>Para &#8220;stuntman&#8221; ini biasanya bekerja di rumah produksi pembuat acara serial televisi seperti \u201cFear Factor\u201c di mana peserta dites hidup bersama hewan dan memakannya.<\/p>\n<p>Gaji pengetes makanan tak lazim sekitar Rp 10 juta per hari.<\/p>\n<p><strong>6. Pembersih Tempat Kejadian Perkara<\/strong><\/p>\n<p>Tugasnya membersihkan TKP kejahatan setelah polisi tuntas mengumpulkan barang bukti.<\/p>\n<p>Sering petugas harus membersihkan jenazah yang sudah membusuk, potongan anggota tubuh atau juga bekas darah yang tercecer ke mana-mana.<\/p>\n<p>Gaji profesi ini bisa mencapai Rp 78 juta per bulan.<\/p>\n<p><strong>7. Perias Jenazah<\/strong><\/p>\n<p>Anda yang tidak takut jasad orang yang meninggal, bisa mencoba profesi mengawetkan dan merias jenazah.<\/p>\n<p>Di Eropa atau AS jenazah biasanya dirias dan diletakkan dalam peti mati untuk memberikan kesempatan bagi handai taulan melakukan penghormatan terakhir.<\/p>\n<p>Profesi perias jenazah bisa meraup gaji hingga Rp 45 juta per bulan.<br \/>\n<strong>Sumber : Deutsche Welle, Kompas<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA INSPIRATIF. Memiliki pekerjaan idaman dengan pendapatan yang tinggi adalah idaman setiap orang. \u00a0Profesi yang paling banyak diincar biasanya adalah karyawan\u00a0perusahaan\u00a0multinasional, pengacara, pegawai lembaga keuangan seperti bank atau asuransi, dan banyak jenis pekerjaan\u00a0lainnya. Dengan profesi tersebut, \u00a0banyak orang berharap\u00a0pekerjaannya relatif nyaman. Mereka punlebih banyak diam di kantor, tidak banyak mengandalkan tenaga\/fisik,\u00a0\u00a0fasilitas lengkap, jam kerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":23641,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[250],"class_list":["post-23640","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori","tag-berita-internasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23640","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23640"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23640\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23640"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23640"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23640"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}