{"id":23671,"date":"2016-03-15T23:34:32","date_gmt":"2016-03-15T16:34:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=23671"},"modified":"2017-10-30T12:46:02","modified_gmt":"2017-10-30T05:46:02","slug":"lawan-dbd-tentara-tasik-diterjunkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/03\/15\/lawan-dbd-tentara-tasik-diterjunkan\/","title":{"rendered":"Lawan DBD, Tentara di Tasik Diterjunkan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-tasikmalaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.<\/strong><\/a> Paguyuban Tionghoa dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan peyemprotan atau fogging di Kampung Sengkol, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Kegiatan itu merupakan upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di daerah tersebut.<\/p>\n<p>Selain melakukan fogging, Paguyuban Tionghoa dan TNI juga menempelkan selembaran kertas berisi cara pencegahan penularan DBD pada dinding rumah warga.<\/p>\n<p>Warga menyambut baik kegiatan yang bertujuan untuk membunuh nyamuk jenis Aides Aegypti tersebut. Menurut Iwan Ridwan, Ketua RT setempat fogging sifatnya hanya antisipasi dengan jangka waktu pada saat curah hujan sedang tinggi.<\/p>\n<p>\u201cKarena kalo musim penghujan di daerah saya banyak genangan air, baik berupa selokan maupun kolam-kolam penampungan air. Sehingga nyamuk dapat berkembang biak,\u201d ucap Iwan dilokasi fogging.<\/p>\n<figure id=\"attachment_23673\" aria-describedby=\"caption-attachment-23673\" style=\"width: 318px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-23673\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/Menempelkan-himbauan-pencegahan-DBD-300x180.jpg\" alt=\"Seorang Tionghoa sedang menempelkan kertas himbauan di tembok rumah warga. (foto: andri\/wp)\" width=\"318\" height=\"191\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-23673\" class=\"wp-caption-text\">Seorang Tionghoa sedang menempelkan kertas himbauan di tembok rumah warga. (foto: andri\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di tempat yang sama Komandan Rayon Militer (Danramil) Kawalu, Mayor Infanteri Tatang Basujana mengatakan, pelaksanaan fogging dan pemberian himbauan kepada warga akan dapat mencegah wabah DBD.<\/p>\n<p>Menurutnya, fogging dilakukan karena ada warga yang terjangkit DBD. \u201cNamun fogging bukan upaya efektif untuk mengatasi DBD. Langkah pencegahan yang paling tepat mengatasi DBD adalah warga harus hidup sehat dengan menjaga lingkungan tetap bersih,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Ia berharap, ke depan tidak ada lagi warga yang terjangkit DBD. \u201cDan terimkasih kepada Paguyuban Tionghoa yang senantiasa bekerjasama dengan kami untuk bersama-sama memberantas nyamuk demam berdarah,\u201d pungkasnya. <strong>(Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Paguyuban Tionghoa dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan peyemprotan atau fogging di Kampung Sengkol, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Kegiatan itu merupakan upaya mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di daerah tersebut. Selain melakukan fogging, Paguyuban Tionghoa dan TNI juga menempelkan selembaran kertas berisi cara pencegahan penularan DBD pada dinding [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":23672,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19],"class_list":["post-23671","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23671"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23671\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}