{"id":23742,"date":"2016-03-16T20:16:58","date_gmt":"2016-03-16T13:16:58","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=23742"},"modified":"2016-03-16T20:16:58","modified_gmt":"2016-03-16T13:16:58","slug":"awas-jalur-ciamis-banjarrawan-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/03\/16\/awas-jalur-ciamis-banjarrawan-longsor\/","title":{"rendered":"Awas! Jalur Ciamis-Banjar Rawan Longsor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Pengguna jalan patut waspada jika melintas di Jalan Raya Ciamis-Banjar, tepatnya di kawasan Tanjakan Cibeka, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Pasalnya di jalur tersebut rawan terjadi longsor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terbukti pada Sabtu (13\/03) yang lalu, salah satu titik di jalur ini mengalami longsor. Material longsor hingga kini belum dibereskan. Akibat bencana ini, material longsoran menutupi saluran drainase yang ada di daerah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jalur di Tanjakan Cibeka ini memang memiliki kerawanan tinggi bencana longsor. Jalur ini dikelilingi tebing dengan kemiringan yang tajam. \u201cHampir di setiap musim hujan, bencana tanah longsor selalu terjadi,\u201d terang salah seorang warga setempat, Endang pada Warta Priangan, Rabu (16\/03).<\/p>\n<figure id=\"attachment_23743\" aria-describedby=\"caption-attachment-23743\" style=\"width: 446px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-23743\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/jalan-ciamis-banjar-longsor-300x200.png\" alt=\"Salah satu titik longsor di Tanjakan Cibeka. (foto: baehaki\/wp)\" width=\"446\" height=\"297\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-23743\" class=\"wp-caption-text\">Salah satu titik longsor di Tanjakan Cibeka. (foto: baehaki\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lantaran rawan bencana longsor, Endang mengimbau agar pengguna jalan lebih berhati-hati jika sedang melintas di jalur ini, khususnya saat hujan mengguyur. Kejadian longsor kemarin lanjut Endang, hingga kini belum bisa diatasi bahkan pihak terkait hingga kini belum melakukan evakuasi material longsor. \u201cSaya menghimbau kepada para pengguna jalan untuk selalu waspada karena ada beberapa titik lainnya yang juga rawan terjadi longsor,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal senada juga diungkapkan Apeh, tokoh masyarakat desa setempat, di Tanjakan Cibeka ini para pengguna jalan yang melintas perlu waspada.. Menurutnya, di jalur ini kerap terjadi longsor hingga kecelakaan lalu lintas. \u201cPosisi jalur yang menanjak tajam juga menjadi penyebab seringnya terjadi kecelakaan,\u201d tandasnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, kondisi jalan dan alam kerap kali menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Jika musim penghujan kata dia, jalur ini juga licin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSelain kendaraan yang sehat, skill pengemudi juga menjadi penting. Jangan sampai melintas di jalur ini bagi pemula. Karena memang medannya sulit,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apeh berharap, pemerintah segera melakukan peninggian tebing di sepanjang jalur ini, sehingga para pengendara yang melintas disaat hujan deras turun akan merasa nyaman dan tidak takut terjadi tanah longsor. <strong>(Baehaki\/WP).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Pengguna jalan patut waspada jika melintas di Jalan Raya Ciamis-Banjar, tepatnya di kawasan Tanjakan Cibeka, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Pasalnya di jalur tersebut rawan terjadi longsor. Terbukti pada Sabtu (13\/03) yang lalu, salah satu titik di jalur ini mengalami longsor. Material longsor hingga kini belum dibereskan. Akibat bencana ini, material longsoran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":23743,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-23742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23742"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23742\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}