{"id":23806,"date":"2016-03-17T14:53:30","date_gmt":"2016-03-17T07:53:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=23806"},"modified":"2016-03-17T14:53:30","modified_gmt":"2016-03-17T07:53:30","slug":"banjir-ciamis-diduga-pembangunan-proyek-tidak-sesuai-standar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/03\/17\/banjir-ciamis-diduga-pembangunan-proyek-tidak-sesuai-standar\/","title":{"rendered":"Banjir di Ciamis Diduga karena Pembangunan Proyek yang Tidak Sesuai Standar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a>.<\/strong>\u00a0Warga minta kepala proyek Citanduy (Procit) bertanggung jawab atas banjir yang menimpa warga Desa Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Pasalnya banjir di Ciamis itu terjadi akibat jebolnya tembok penahan tanah (TPT) sungai Citanduy yang ada di wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAir cukup deras mengalir ke rumah kami karena TPT sungai Citanduy jebol. Itu TPT-nya tidak permanen. Tinggi TPT 1,5 meter tapi tidak pakai sekur, jadi tidak kuat makanya jebol. Kami minta Procit segera memperbaiki TPT itu!,\u201d terang oleh Ketua RT 21 RW 07, Dusun Cikopeng, \u00a0Desa Tanjungmulya, Mamat pada Warta Priangan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_23794\" aria-describedby=\"caption-attachment-23794\" style=\"width: 492px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-23794\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/evakuasi-korban-banjir-di-ciamis-300x200.png\" alt=\"Petugas kepolisian tengah mengevakuasi korban banjir. (foto: dena a. kurnia\/wp)\" width=\"492\" height=\"328\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-23794\" class=\"wp-caption-text\">Petugas kepolisian tengah mengevakuasi korban banjir. (foto: dena a. kurnia\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal tersebut dibenarkan tokoh masyarakat setempat, Nanang Mulyanan yang juga merupakan Ketua Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kabupaten Ciamis. Ia mensinyalir pembangunan TPT tersebut tidak sebuasi standar sehingga jebol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mamat menambahkan, banjir yang menimpa daerahnya sudah yang kedua kali. Dua tahun yang lalu Desa Tanjungmulya juga terendam banjir, penyebabnya juga TPT Citanduy jebol. Namun menurut Mamat banjir kali ini yang terparah,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">TPT yang jebol, lanjut Mamat, sekitar 60 meter. Pasca banjir dua tahun lalu TPT tersebut sempat diperbaiki namun kini jebol kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti diberitakan Warta Priangan sebelumnya, banjir merendam ratusan rumah di tiga dusun di \u00a0Desa Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Selain merendam ratusan rumah, banjir juga menyebabakan hektaran sawah milik warga dan jalan raya Panumbangan terendam. <strong>(Dena A. Kurnia\/WP)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #ff0000;\"><strong>Baca juga:<\/strong><\/span><\/p>\n<h3 class=\"post-box-title\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/ratusan-rumah-ciamis-terendam-banjir\/23791\/\" rel=\"bookmark noopener\" target=\"_blank\">Ratusan Rumah di Ciamis Terendam Banjir, Warga Dievakuasi<\/a><\/h3>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Warga minta kepala proyek Citanduy (Procit) bertanggung jawab atas banjir yang menimpa warga Desa Tanjungmulya, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Pasalnya banjir di Ciamis itu terjadi akibat jebolnya tembok penahan tanah (TPT) sungai Citanduy yang ada di wilayah tersebut. \u201cAir cukup deras mengalir ke rumah kami karena TPT sungai Citanduy jebol. Itu TPT-nya tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":23795,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-23806","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23806","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23806"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23806\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23806"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23806"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23806"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}