{"id":23954,"date":"2016-03-19T11:00:58","date_gmt":"2016-03-19T04:00:58","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=23954"},"modified":"2016-03-19T11:00:58","modified_gmt":"2016-03-19T04:00:58","slug":"pedagang-nakal-ciamis-ditegur-aparat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/03\/19\/pedagang-nakal-ciamis-ditegur-aparat\/","title":{"rendered":"Pedagang &#8216;Nakal&#8217; di Ciamis Ditegur Aparat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Pedagang Kaki lima (PKL) sekitaran Ciamis Kota diberi peringatan agar tidak berjualan di atas totoar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, Jumat (18\/03) sore. Teguran itu diberikan karena akan ada penilaian untuk adipura.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Sebenarnya ini adalah kegiatan rutin. Tetapi intensitasnya menjadi ditambah ketika sekarang sedang ada penilaian untuk adipura,&#8221; ujar Kepala Bagian Operasi Satpol PP Kabupaten Ciamis, Yudi Brata Dwijaya, pada Warta Priangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan, banyak menemukan bangunan pedagang semi permanen yang dibangun di atas trotoar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Padahal itu daerah terlarang untuk dibangun. Bahkan kami menemukan ada yang dipasang meteran listrik oleh salah satu instansi terkait,&#8221; bebernya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_23955\" aria-describedby=\"caption-attachment-23955\" style=\"width: 505px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-23955\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/03\/pol-pp-ciamis-tertibkan-pedagang-300x180.png\" alt=\"foto: rizal\/wp\" width=\"505\" height=\"303\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-23955\" class=\"wp-caption-text\">foto: rizal\/wp<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satpol PP memberikan tenggang waktu sampai hari Senin (21\/03) kepada para PKL yang masih berdagang di atas trotoar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita sudah berikan peringatan beberapa kali kepada mereka. Tapi mereka tetap saja berdagang. Kalau hari Senin mereka masih berdagang di trotoar kami akan bongkar,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia mengatakan, para pedagang seharusnya membuat suatu bisnis untuk waktu yang panjang. &#8220;Artinya tidak membangun tempat bisnis di daerah terlarang. Karena bagaimanapun peraturan melarangnya. Jadi tidak untuk waktu yang panjang (bisnis),&#8221; tutur dia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Atau, lanjut Yudi, PKL membuat roda dagang. Supaya mereka berdagang secara mobile (tidak diam di atas trotoar). &#8220;Sehingga kita juga masih bisa berasumsi bahwa mereka adalah pedagang keliling,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu pedagang yang membangun lapaknya secara semi permanen di trotoar Jalan Rumah Sakit Ciamis, Wahyu (27), menerima jika dirinya diberikan peringatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya sudah lima tahun berdagang. Saya terima kalau dibongkar, tapi lumayan rugi juga,&#8221; tukasnya. (<strong>Rizal Nurdiana\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Pedagang Kaki lima (PKL) sekitaran Ciamis Kota diberi peringatan agar tidak berjualan di atas totoar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, Jumat (18\/03) sore. Teguran itu diberikan karena akan ada penilaian untuk adipura. &#8220;Sebenarnya ini adalah kegiatan rutin. Tetapi intensitasnya menjadi ditambah ketika sekarang sedang ada penilaian untuk adipura,&#8221; ujar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":23955,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-23954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23954"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23954\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}