{"id":25359,"date":"2016-04-07T16:34:17","date_gmt":"2016-04-07T09:34:17","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=25359"},"modified":"2016-04-07T16:34:17","modified_gmt":"2016-04-07T09:34:17","slug":"hati-tertimpa-batang-mahoni-jika-melewati-jalur-ciamis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/04\/07\/hati-tertimpa-batang-mahoni-jika-melewati-jalur-ciamis\/","title":{"rendered":"Hati-Hati Tertimpa Batang Pohon Jika Melewati Jalur Ciamis Ini!"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0\u201cSaya sering melewati jalur ini, hampir setiap hari. Cukup was-was jika melewati pohon itu, soalnya batang pohon angsana\u00a0itu dibiarkan menyangkut. Kalau saja ada angin kencang atau dahan penyangganya patah, bisa menimpa pengendara yang melintas,\u201d kata Dede, warga Rajadesa pada Warta Priangan. Kamis (07\/04).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya, Dede merasa khawatir pasalnya di jalan yang biasa dilewatinya tiap hari terdapat batang pohon angsana\u00a0besar yang tersangkut di batang pohon lainnya. Posisinya yang berada persis di pinggir jalan membuat kondisi tersebut bisa membahayakan pengendara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemuda berusia 26 tahun ini menambahkan, batang pohon tersebut tersangkut setelah kejadian pohon tumbang 21 Februari 2016 lalu di daerah itu. Ia menduga petugas tidak mengambil batang pohon itu, dibiarkan tersangkut di pohon lainnya hingga kini.<\/p>\n<figure id=\"attachment_25360\" aria-describedby=\"caption-attachment-25360\" style=\"width: 449px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-25360\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/dahan-pohom-di-alinayin-300x200.png\" alt=\"Batang pohon yang tersangkut. (foto: dena a. kurnia\/wp)\" width=\"449\" height=\"299\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-25360\" class=\"wp-caption-text\">Batang pohon yang tersangkut. (foto: dena a. kurnia\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJalan ini sangat ramai, jalan nasional. Tapi batang pohon itu seolah dibiarkan mengancam pengendaran, sangat disayangkan,\u201d ungkap warga lainnya, Deviana (26), warga Maleber yang ditemui Warta Priangan di warung dekat pohon tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apalagi ukuran batang pohon itu cukup besar, lanjut Deviana. Diperkirakan berdiameter 40 cm dan panjang 10 meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Batang pohon yang tersangkut itu berada di Jalan Raya Ciamis-Kawali. Di daerah Alinayin. Tepatnya di RT 01 RW 05, Dusun Jelat, Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg. <strong>(Dena A. Kurnia\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0\u201cSaya sering melewati jalur ini, hampir setiap hari. Cukup was-was jika melewati pohon itu, soalnya batang pohon angsana\u00a0itu dibiarkan menyangkut. Kalau saja ada angin kencang atau dahan penyangganya patah, bisa menimpa pengendara yang melintas,\u201d kata Dede, warga Rajadesa pada Warta Priangan. Kamis (07\/04). Ya, Dede merasa khawatir pasalnya di jalan yang biasa dilewatinya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":25360,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-25359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25359"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25359\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}