{"id":26386,"date":"2016-04-25T21:13:19","date_gmt":"2016-04-25T14:13:19","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=26386"},"modified":"2016-04-25T21:13:19","modified_gmt":"2016-04-25T14:13:19","slug":"waspada-ayam-tiren-ciamis-begini-cara-membedakannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/04\/25\/waspada-ayam-tiren-ciamis-begini-cara-membedakannya\/","title":{"rendered":"Warga Ciamis Waspada Ayam Tiren! Begini Cara Membedakannya&#8230;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Bulan Ramadhan tinggal beberapa minggu lagi. Pada saat bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri permintaan daging sapi dan ayam potong diperkirakan akan meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka dari itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nugrahawati, menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyimpangan Pangan Asal Hewan (PAH).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Retty (sapaan drh. Nugrahawati), pada saat menjelang bulan puasa hingga menjelang lebaran sering ditemukan peredaran ayam tiren (mati kemarin), daging gelonggongan, daging celeng dan lainnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_26387\" aria-describedby=\"caption-attachment-26387\" style=\"width: 468px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-26387\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/04\/sosialisasi-ayam-tiren-di-ciamis-300x200.png\" alt=\"Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nugrahawati, (tengah). (foto: tantan\/wp)\" width=\"468\" height=\"312\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-26387\" class=\"wp-caption-text\">Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nugrahawati, (tengah). (foto: tantan\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKendala saat ini sebagian masyarakat tidak tahu bagaimana membedakan antara daging yang sehat dan tidak sehat,\u201d ujarnya pada Warta Priangan, Senin (25\/04).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dijelaskannya, ayam tiren ataupun sapi gelonggongan mempunyai bau yang sangat menyengat dan warna daging pucat, tidak cerah. Apabila dipegang konsistensi otot dan dada lembek.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPara pedagang mensiasatinya dengan cara melumuri dengan bumbu kunyit untuk menghilangkan bau amis,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Supaya masyarakat faham dengan PAH, lanjutnya, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis menyosialisasikannya ke tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di lima kecamatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKita meningkatkan pengetahuan dan wawasan ibu-ibu PKK supaya dapat memilih dan menangani PAH yang halal, aman, utuh, dan sehat,\u201d tutur Retty.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengungkapkan tidak segan-segan akan memberikan sanksi yang tegas kepada pedagang yang bandel menjual PAH tidak sehat. \u201cJika ada pedagang membandel, kita akan serahkan kepada pihak berwajib,\u201d pungkasnya. <strong>(Rizal Nurdiana\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Bulan Ramadhan tinggal beberapa minggu lagi. Pada saat bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri permintaan daging sapi dan ayam potong diperkirakan akan meningkat. Maka dari itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nugrahawati, menghimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyimpangan Pangan Asal Hewan (PAH). Menurut Retty (sapaan drh. Nugrahawati), pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":26387,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-26386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26386"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26386\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}