{"id":30327,"date":"2016-07-24T22:33:17","date_gmt":"2016-07-24T15:33:17","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=30327"},"modified":"2017-10-10T11:15:16","modified_gmt":"2017-10-10T04:15:16","slug":"kejuaraan-motocross-ciamis-telan-korban-pembalap-cilik-dilarikan-rs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/07\/24\/kejuaraan-motocross-ciamis-telan-korban-pembalap-cilik-dilarikan-rs\/","title":{"rendered":"Kejuaraan Motocross di Ciamis Telan Korban, Pembalap Cilik Dilarikan ke RS"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a>.\u00a0<\/strong>Kejuaraan nasional Motocross seri V di Sirkuit Gapuraning Rahayu, Ciamis menelan korban saat memulai balapan kelas SE 65 CC, Minggu (24\/07).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang pembalap Kejurnas Motocross kelas SE 65 CC,\u00a0\u00a0Dwi Panca (10) pembalap cilik asal Kediri, mengalami kecelakaan saat di posisi ke tujuh\u00a0tinggal satu lap lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut saksi mata Restu (43), sekaligus ayah dari pembalap Dwi Panca, anaknya sudah merasa tidak nyaman dengan motornya, tapi dia terus memaksakan. \u201cHasilnya pada saat tinggal satu lap lagi pas mau doubel kanan, shock breaker belakang lepas, jadi anak saya mental ke depan,\u201d ungkapnya pada Warta Priangan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_30328\" aria-describedby=\"caption-attachment-30328\" style=\"width: 452px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-30328\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/kejuaraan-motocross-di-ciamis-300x200.png\" alt=\"Dwi Panca (10) saat mendapatkan perawatan di RSUD Ciamis. (foto: pujitio\/wp)\" width=\"452\" height=\"301\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-30328\" class=\"wp-caption-text\">Dwi Panca (10) saat mendapatkan perawatan di RSUD Ciamis. (foto: pujitio\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kecelakaan terjadi pukul 12.00 WIB, Kejadian tersebut mengakibatkan korban harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ciamis. Saat ditemui di RSUD Ciamis, korban mengaku merasakan pusing kepala, sehingga korban harus di rontgen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetapi menurut ayah dari pembalap yang masih duduk di bangku kelas 5 D ini, dia hanya mengalami memar di badan. \u201cSetelah dirontgen ternyata tidak apa-apa, tidak ada luka yang cukup serius,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIa masih semangat ingin balapan lagi. Dan minggu depan mau melanjutkan balapan di Aceh,\u201d lanjut Pak Restu. <strong>(Pujitio\/Dena A. Kurnia\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Kejuaraan nasional Motocross seri V di Sirkuit Gapuraning Rahayu, Ciamis menelan korban saat memulai balapan kelas SE 65 CC, Minggu (24\/07). Salah seorang pembalap Kejurnas Motocross kelas SE 65 CC,\u00a0\u00a0Dwi Panca (10) pembalap cilik asal Kediri, mengalami kecelakaan saat di posisi ke tujuh\u00a0tinggal satu lap lagi. Menurut saksi mata Restu (43), sekaligus ayah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":30328,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-30327","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30327","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30327"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30327\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30327"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30327"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30327"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}