{"id":32805,"date":"2016-09-14T12:03:19","date_gmt":"2016-09-14T05:03:19","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=32805"},"modified":"2017-10-06T11:49:47","modified_gmt":"2017-10-06T04:49:47","slug":"puluhan-warga-ciamis-bergelantungan-pohon-pinus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/09\/14\/puluhan-warga-ciamis-bergelantungan-pohon-pinus\/","title":{"rendered":"Puluhan Warga Ciamis Bergelantungan di Pohon Pinus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>. Salah satu hutan pinus yang ada di Ciamis beberapa hari lalu menjadi tempat puluhan orang bergelantungan. Tak tanggung-tanggung mereka bergelantungan di atas ketinggian belasan meter.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak sedikit pun nampak rasa takut dalam wajah mereka ketika bergelantungan di ketinggian. Bahkan sebaliknya, raut wajah antusias dan kegembiraan yang tercermin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ya, mereka adalah orang-orang yang tergabung dalam Komunitas Hammock Ciamis (<span class=\"il\">KOHACI<\/span>). Dan Sabtu (10\/09) lalu, sekitar 20 orang anggota KOHACI melaksanakan Temu Balad Ngangantung yang berlangsung di hutan pinus Darmacaang, Cikoneng-Ciamis.<\/p>\n<figure id=\"attachment_32806\" aria-describedby=\"caption-attachment-32806\" style=\"width: 432px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-32806\" src=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/wp-content\/uploads\/2016\/09\/komunitas-hammock-ciamis-300x225.png\" alt=\"Komunitas Hammock Ciamis (KOHACI) saat berfoto di hutan pinus Darmacaang, Cikoneng-Ciamis. (foto: pujitio\/wp)\" width=\"432\" height=\"324\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-32806\" class=\"wp-caption-text\">Komunitas Hammock Ciamis (KOHACI) saat berfoto di hutan pinus Darmacaang, Cikoneng-Ciamis. (foto: pujitio\/wp)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 10-11 September 2016.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: black;\">Hammock memang kini telah digandrungi, khususnya para pecinta petualangan di alam bebas. Hammock adalah sebutan untuk ayunan yang terbuat dari kain, menggunakan bahan kain pilihan tentunya, sehingga sangat kuat untuk menahan beban orang yang duduk diatasnya atau tiduran di atasnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: black;\">Bisanya para pecinta petualangan, mereka melakukan Hammock di lereng gunung, di antara tebing-tebing, di atas sungai\/laut dan di lokasi menantang lainnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Erik Risnandar (42), selaku safety master <span class=\"il\">KOHACI,<\/span> acara tersebut digelar sekaligus pembentukan pengurus <span class=\"il\">KOHACI<\/span> yang telah resmi dibentuk. KOHACI ini dibentuk sebagai wadah para pecinta alam bebas yang senang berkegiatan di alam terbuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk beberapa program kegiatan <span class=\"il\">KOHACI<\/span> kita akan bahas kembali nanti pada saat MUBES di base camp,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk para pemuda-pemudi silahkan kami tunggu,\u00a0 untuk bersilaturahmi menjadi bagian keluarga <span class=\"il\">KOHACI,<\/span>&#8221; ungkap Erik.<strong> (Pujitio\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Salah satu hutan pinus yang ada di Ciamis beberapa hari lalu menjadi tempat puluhan orang bergelantungan. Tak tanggung-tanggung mereka bergelantungan di atas ketinggian belasan meter. Tak sedikit pun nampak rasa takut dalam wajah mereka ketika bergelantungan di ketinggian. Bahkan sebaliknya, raut wajah antusias dan kegembiraan yang tercermin. Ya, mereka adalah orang-orang yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":32807,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-32805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32805"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32805\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}