{"id":34332,"date":"2016-10-12T06:00:42","date_gmt":"2016-10-11T23:00:42","guid":{"rendered":"http:\/\/www.wartapriangan.com\/?p=34332"},"modified":"2017-10-05T09:24:27","modified_gmt":"2017-10-05T02:24:27","slug":"pasca-banjir-warga-ciamis-takut-terserang-berbagai-penyakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2016\/10\/12\/pasca-banjir-warga-ciamis-takut-terserang-berbagai-penyakit\/","title":{"rendered":"Pasca Banjir, Warga di Ciamis Takut Terserang Berbagai Penyakit"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"http:\/\/www.wartapriangan.com\/category\/berita-ciamis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BERITA CIAMIS<\/a><\/strong>.\u00a0Masyarakat yang terkena dampak banjir di wilayah Dusun Ciparakan, RT 08 RW 04, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Minggu (09\/10) lalu, mulai merasa khawatir diserang penyakit gatal dan diare. Penyakit ini biasa menyerang warga setelah banjir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sakirin, salah seorang warga setempat menuturkana kepada Warta Priangan, Selasa (11\/10), dirinya dan warga disini \u00a0mengaku, meski banjir baru surut tadi pagi, namun merasa khawatir dampak yang ditimbulkan terutama banyak penyakit yang bisa menyerang warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBanjir baru surut, tapi kita takut kena diare sama gatal,\u201d katanya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski belum merasakan dampak yang disebabkan banjir pada dua hari lalu, warga tetap resah sebab penyakit seperti ini bisa datang kapan saja, ditambah musim hujan belum selesai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau penyakit gatal-gatal warga disini mulai ada yang kena, cuma namanya warga tetap merasa takut kena penyakit,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Diberitakan sebelumnya, wilayah Kecamatan Pamarican, sempat terkena banjir bandang lantaran hujan lebat yang \u200emengguyur pada Minggu (09\/10). Desa Sukahurip, menjadi wilayah yang paling parah terkena banjir yakni menggenangi 101 rumah, 2 rumah rusak berat, ratusan hektar sawah terendam, puluhan kolam ikan terendam, dan bantaran sungai cigaleuh rusak berat .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pegawai UPTD Puskesmas Kertahayu, Kuswaya, S.Kep,Ners mengatakan, masih melakukan pemantauan kesehatan terhadap warga yang terkena dampak banjir. Untuk sementara, warga yang ada disini terkena penyakit gatal-gatal pasca banjir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMasih kita lihat, kalau untuk penyakit yang biasa menyerang setelah banjir adalah gatal, pilek, dan lainnya,\u201d ujarnya saat mengobati warga korban banjir bandang tersebut. <strong>(Baehaki\/WP).<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS.\u00a0Masyarakat yang terkena dampak banjir di wilayah Dusun Ciparakan, RT 08 RW 04, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Minggu (09\/10) lalu, mulai merasa khawatir diserang penyakit gatal dan diare. Penyakit ini biasa menyerang warga setelah banjir. Sakirin, salah seorang warga setempat menuturkana kepada Warta Priangan, Selasa (11\/10), dirinya dan warga disini \u00a0mengaku, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":34203,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,25],"class_list":["post-34332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-ciamis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34332"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34332\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}